Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Singapura Segera Tangani Insiden Tumpahan Minyak di Kawasan Pantai

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Singapura Segera Tangani Insiden Tumpahan Minyak di Kawasan Pantai Doc: ANTARA/Xinhua/Then Chih Wey
Ket. Sejumlah pekerja membersihkan tepi pantai dari tumpahan minyak di Pantai Tanjong, Pulau Sentosa, Singapura, Minggu (16/6/2024). Tumpahan minyak tersebut akibat tabrakan antara sebuah kapal keruk berbendera Belanda dengan kapal bunker berbendera Singapura di Terminal Pasir Panjang di dekat Sentosa pada Jumat (14/6) yang menyebabkan terjadinya kebocoran minyak dan mencemari perairan sekitarnya.

Singapura - Otoritas Singapura segera melakukan kegiatan pembersihan pantai dan penanganan tumpahan minyak, mengingat banyak kawasan pantai yang ditutup serta adanya kerusakan yang signifikan terhadap aktivitas pariwisata dan ekosistem.

Hal tersebut tertera pada pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA), Badan Lingkungan Nasional (NEA), Dewan Taman Nasional (NParks), danSentosa Development Corporationpada Minggu (16/6).

Mereka mengatakan akibat arus pasang surut, sebagian dari tumpahan minyak mencapai daratan sepanjang garis pantai selatan termasuk Sentosa, Cagar Alam Labrador, Kepulauan Selatan, Dermaga Marina Selatan, danEast Coast Park.

Pada 16 Juni, tidak ada tanda-tanda tumpahan minyak di dalamSisters' Islands Marine Park,tetapi kilau minyak terlihat di perairan sekitarnya, menurut pernyataan tersebut.

NParks juga telah mengerahkan bantalan penyerap minyak untuk melindungiBerlayer CreekdanRocky Shoredi Cagar Alam Labrador.

MeskipunWest Coast Parktidak terpengaruh, bantalan penyerap minyak juga dipasang diWest Coast Parkuntuk melindungi hutan bakau diMarsh Garden.

Usai insiden tumpahan minyak pada Jumat (14/6), pantai-pantai diEast Coast Park,Cagar Alam Labrador, pantai-pantai di St John's, Lazarus, dan Kepulauan Kusu telah ditutup.

Kawasan Sentosa - Pantai Sentosa tetap dibuka untuk umum, namun aktivitas laut dan berenang tidak diperbolehkan di pantai Tanjong, Palawan, dan Siloso.

Insiden tersebut juga berdampak pada kehidupan masyarakat, karena penduduk di Sentosa Cove terpaksa meninggalkan rumah mereka pada tanggal 15 Juni akibat bau yang tidak sedap. Bisnis kapal pesiar menderita kerugian, sementara wisatawan frustrasi karena polusi.

Seorang karyawan YachtCruiseSG mengatakan perusahaan membatalkan empat pemesanan pada tanggal 15 Juni, dengan kerugian sekitar 3.200 SGD (Rp38,9 juta).

Sentosa Development Corporationmengatakan bahwa membersihkan pantai, pihaknya juga fokus pada meminimalkan dampak terhadap perairan dan satwa liar di sekitarnya.

Saat ini, NEA sedang memantau kualitas air di pantai lain, sementara MPA akan menyelidiki kejadian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.