Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren Kebijakan Ini, Pertamina Sebut 1,75 Persen Karyawannya Penyandang Disabilitas

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren Kebijakan Ini, Pertamina Sebut 1,75 Persen Karyawannya Penyandang Disabilitas Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. SPV Human Capital Development PT Pertamina (Persero) Edy Karyanto (kanan) saat menghadiri acara Talkshow dan Nonton Bareng Film “Tegar”,’ di Jakarta, Jumat (14/6/2024).

Jakarta - SPV Human Capital Development PT Pertamina (Persero) Edy Karyanto menyampaikan, dari total 4.500 karyawan di kantor pusat holding dan subholding, 1,75 persen di antaranya merupakan penyandang disabilitas.

Edy mengatakan hal itu menjadi salah satu wujud komitmen perseroan dalam mendorong inklusivitas di lingkungan kerja. Hingga akhir 2024, Pertamina menargetkan peningkatan persentase karyawan penyandang disabilitas hingga 2,18 persen dari total jumlah karyawan.

"Secara realita bahwafirmsekali di kami inklusivitas atas disabilitas ini, supaya mereka punya suatu kesempatan yang sama untuk berkarier. Karena memang faktanya yang kita butuhkan di perusahaan itu kompetensi dan kredibilitas perannya, sesuai denganjob descriptiondan lingkungan kerja," kata Edy saat acara 'Talkshow dan Nonton Bareng Film "Tegar",' di Jakarta, Jumat.

Edy juga menjelaskan, di Pertamina saat ini sudah ada kalangan disabilitas yang mencapai posisi jajaran pimpinan perusahaan. Tak hanya dari aspek jumlah pekerja, Perseroan juga turut memberikan pelatihan dan pendampingan kepada karyawan disabilitas untuk memastikan mereka dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik.

Dengan langkah-langkah ini, ujarnya pula, Pertamina dapat terus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif serta memberikan peluang yang setara bagi semua karyawan tanpa memandang kondisi fisik.

"Sebagai fakta saat ini pun kami juga ada pimpinan di tingkat temandisabilitas yang sampaivice presidentdi fungsifinance.Karena memang kita butuhnya kompetensi danknowledge-nya, dan juga fungsi-fungsi lain sepertimailbox,call center,pengelola gedung dan lainnya," ujarnya lagi.

Anggota Komisi Yudisial Binziad Kadafi turut menilai bahwa saat ini hak-hak penyandang disabilitas dalam lingkungan kerja telah diatur secara tegas dalam kerangka hukum nasional.

Konvensi internasional tentang hak-hak penyandang disabilitas telah diratifikasi dan diundangkan ke dalam Undang-Undang (UU) nasional. Menurutnya, ratifikasi tersebut berarti pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan ketentuan-ketentuan yang ada dalam konvensi tersebut ke dalam hukum nasional.

"Ketika kita berbicara mengenai kerangka hukum, sudah ada beberapa ketentuan yang dimulai dariConvention on the Rights of Persons with Disabilitiesyang telah diratifikasi," ujarnya.

Implementasi ini kemudian dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-undang ini mengatur berbagai hak penyandang disabilitas, termasuk hak-hak mereka dalam lingkungan kerja.

Dalam konteks lingkungan kerja, undang-undang ini mengamanatkan agar penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan dan berkarier. Perusahaan diwajibkan untuk menyediakan fasilitas yang mendukung dan memastikan lingkungan kerja yang inklusif bagi semua karyawan, termasuk disabilitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.