Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Asia Tenggara Peringkat Teratas Asupan Mikroplastik Global

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Studi: Asia Tenggara Peringkat Teratas Asupan Mikroplastik Global Doc: istimewa
Ket. Studi menemukan konsumsi harian mikroplastik masyarakat Indonesia meningkat 59 kali lipat dari tahun 1990 hingga 2018.

SINGAPURA - Menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti Cornell University, baru-baru ini, negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Filipina mengonsumsi mikroplastik paling banyak di antara 109 negara.

Masyarakat Indonesia, yang merupakan konsumen terbesar mikroplastik, diketahui menelan sekitar 15 gram mikroplastik per bulan, setara dengan tiga kartu kredit, dan sebagian besar partikel plastik berasal dari sumber air seperti ikan dan makanan laut.

Dengan menggunakan model data yang ada, penelitian ini menemukan konsumsi harian mikroplastik masyarakat Indonesia meningkat 59 kali lipat dari tahun 1990 hingga 2018, rentang tanggal yang digunakan untuk model tersebut.

Dikutip dariThe Straits Times, mikroplastik, yang didefinisikan sebagai partikel plastik yang lebih kecil dari 5 milimeter, adalah serat, fragmen, atau butiran yang terbentuk ketika produk plastik terurai, atau dapat dilepaskan oleh tekstil sintetis. Tumpahan yang tidak disengaja dan penanganan yang tidak tepat terhadap pelet plastik, yang merupakan bahan baku pembuatan plastik, dapat menyebabkan pelet tersebut mencemari lingkungan.

Seiring dengan meningkatnya konsumsi plastik di negara-negara berkembang yang maju pesat seperti Indonesia dan Malaysia, metode pengelolaan sampah yang umum, seperti pembuangan terbuka (open dumping), tidak memadai dalam menangani peningkatan volume sampah plastik, sehingga mengakibatkan lebih dari 30.000 ton sampah tidak dikelola dengan baik setiap tahunnya, menurut catatan. penulis makalah tersebut.

Jika tidak dikelola dengan baik, plastik dari tempat pembuangan sampah terbuka atau tempat pembuangan sampah dapat terbawa ke badan air terdekat melalui air hujan.

Mikroplastik umumnya tertelan oleh pitoplankton dan zooplankton, yang menjadi makanan ikan dan hewan air. Masyarakat secara tidak langsung menelan plastik saat memakan makanan laut.

Mikroplastik juga bisa terhirup. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology pada tanggal 24 April menemukan penduduk Tiongkok dan Mongolia menghirup mikroplastik paling banyak di antara 109 negara yang diteliti, dan menghirup lebih dari 2,8 juta partikel per bulan.

Mikroplastik di udara yang menyerupai debu terutama berasal dari abrasi bahan plastik, seperti pada ban, menurut penelitian tersebut. Tekstil sintetis juga dapat melepaskan mikroplastik ke udara selama produksinya, atau saat dicuci atau dipakai.

"Industrialisasi di negara-negara berkembang, khususnya di Asia Timur dan Selatan, telah menyebabkan peningkatan konsumsi bahan plastik, timbulan sampah, dan penyerapan mikroplastik oleh manusia," kata rekan penulis studi tersebut, Fengqi You, seorang ahli teknik sistem energi di Cornell University.

Namun, negara-negara maju melihat tren sebaliknya karena mereka didukung oleh sumber daya ekonomi yang lebih besar untuk mengurangi dan menghilangkan sampah plastik, tambahnya.

Mikroplastik kini menjadi masalah lingkungan, bahkan mengganggu bagian terdalam lautan dan gunung tertinggi di dunia. Masalah kesehatan juga semakin meningkat.

Ahli gastroenterologi di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Lim Lee Guan, mengatakan penelitian pada hewan menunjukkan menelan mikroplastik mungkin memiliki efek toksik pada lapisan usus, memicu respons peradangan dan menyebabkan pembengkakan dan tukak usus.

Konsumsi mikroplastik juga mempengaruhi keanekaragaman dan komposisi mikroorganisme yang hidup di dalam usus, ujarnya. Dan gangguan keseimbangan mikrobioma usus menghambat fungsi pencernaan dan kekebalan usus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.