Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Warganet terhadap PLTS Atap Masih Negatif, dari Biaya Mahal hingga Perawatan Sulit

📅 Senin, 10 Jun 2024, 13:39 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kendati demikian, tak sedikit pula calon pengguna yang menyebut aspek biaya, serta prosedur pemasangan yang rumit, menjadi penghalang mereka memasang panel surya. Di media massa, kami mendapatkan kata kunci "subsidi" dan "insentif" yang terkait dengan tantangan finansial dalam pemakaian PLTS.

Peraturan dan kebijakan pemerintah juga krusial dalam membentuk persepsi publik dan tingkat adopsi. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya untuk meningkatkan adopsi, tapi juga untuk mendorong PLTS atap masuk dalam jaringan listrik nasional.

Upaya memastikan ketersediaan pelayanan pemeliharaan PLTS dan kebijakan terkait ekspor impor listrik juga menjadi topik terkait kebijakan yang kerap diperbincangkan di kedua platform. Hal ini tidak lepas dari opsi tipe PLTS atap on-grid(dalam jaringan PLN) ,off-grid (di luar jaringan), atau hybrid. Hal ini terlihat dari grafik sebaran kata kunci dengan sentimen paling negatif.

Sementara itu, di kedua platform, sentimen publik terhadap PLTS atap sebagai teknologi ramah lingkungan relatif positif. Hal ini mencerminkan masyarakat semakin menyadari manfaat PLTS bagi keamanan energi dan keberlanjutan lingkungan.

Namun, banyak diskusi yang menyinggung kebutuhan publik akan informasi yang lebih. Publik juga meminta dukungan pemerintah untuk membantu calon pengguna mengatasi hambatan pemasangan PLTS atap.

Beberapa komentar terkait hal ini di media sosial sebagai berikut:

"Hukum dan regulasi perlu dibuat sehingga orang-orang bisa membeli dengan mudah dan terjangkau"

"Regulasi dibuat tanpa menganalisis impact-nya"

"Pemerintah mengizinkan perusahaan swasta untuk membangun pembangkit listrik sehingga sekarang jadi over-supply."

Perbaiki regulasi, kuatkan promosi

Indonesia memang menempuh langkah signifikan dalam upaya memperbanyak pemasangan energi surya. Beberapa di antaranya adalah pemberian insentif fiskal dan regulasi penggunaan panel surya di atap bangunan komersial, revisi kebijakan harga energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur sistem penyimpanan energi dan jaringan distribusi listrik yang lebih fleksibel.

Namun, langkah tersebut perlu dibarengi perbaikan edukasi dan penyadaran publik. Pemerintah dapat menggunakan media massa untuk menunjukkan sisi baik PLTS, seperti manfaat lingkungan dan pemakaian yang mudah.

Penting juga untuk mengatasi persoalan biaya dengan bantuan keuangan ataupun cara lainnya agar harga PLTS atap lebih terjangkau. Kebijakan yang kuat dan mendukung, misalnya untuk mempermudah pemasangan, juga patut diterbitkan agar lebih banyak orang menggunakan PLTS atap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.