Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Warganet terhadap PLTS Atap Masih Negatif, dari Biaya Mahal hingga Perawatan Sulit

📅 Senin, 10 Jun 2024, 13:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sentimen Warganet terhadap PLTS Atap Masih Negatif, dari Biaya Mahal hingga Perawatan Sulit Doc: Antara/HO/Schneider electric
Ket. Pekerja sedang melakukan pemasangan panel PLTS atap di salah satu perumahan di Tangerang, Selatan, Banten.

Hilya Mudrika Arini, Universitas Gadjah Mada dan Yun Prihantina Mulyani

Indonesia memiliki potensi energi surya melimpah: sekitar 3 ribu gigawatt (GW) atau nyaris 45 kali lipat kapasitas listrik nasional pada 2023. Sebagai negara tropis, pengembangan energi surya di Indonesia sangat menjanjikan karena bisa diadopsi hingga ke level rumah tangga melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap bangunan.

Pengembangan energi surya pun kian kondusif karena harga PLTS atap semakin murah. Pemerintah juga membolehkan pelanggan memasang PLTS atap di bangunan masing-masing.

Meski demikian, pemakaian PLTS di Indonesia masih sangat kecil. Kontribusinya baru 0,4% dari total bauran energi terbarukan Indonesia. Laju pemakaiannya pun sangat lambat.

Persoalan minimnya pemakaian PLTS atap perlu kita atasi. Untuk menambah pemahaman kita seputar tren tersebut, persepsi publik menjadi salah satu faktor penting. Di Australia, persepsi dan kesadaran publik tentang manfaat PLTS atap, telah meningkatkan dukungan untuk pengembangan teknologi PLTS atap

Persepsi publik terhadap teknologi PLTS atap dapat dipotret melalui komentar-komentar dan diskusi masyarakat di media sosial. Penelitian saya dan tim mencoba melakukan pemodelan topik dan analisis sentimen terhadap media mainstream dan media sosial terkait adopsi PLTS atap di Indonesia.

Studi kami menemukan bahwa persepsi publik seputar PLTS atap masih negatif, diwarnai misinformasi serta kesalahpahaman. Sebaliknya, gambaran PLTS atap di media massa cukup positif.

Beda media, beda persepsi

Kami berusaha menangkap persepsi publik dengan menjaring konten-konten dengan kata kunci pencarian seperti 'PV' (photovoltaik-pengubah energi surya menjadi listrik), 'panel surya', 'atap', dan 'PLTS'.

Di media sosial, kami mencoba melihat berbagai komentar dan balasan dalam video terkait PLTS atap di platform seperti YouTube dan TikTok selama April 2022 - Januari 2023. Dari kedua platform ini, kami mengumpulkan 5,792 komentar dan balasan yang memiliki panjang lebih dari 15 kata.

Di media massa, kami mencoba menangkap sentimen dari 719 artikel media daring yang terbit dari 1 Januari 2010 hingga 7 Maret 2023.

Hasilnya, media massa lebih banyak (sekitar 60% dari konten media yang kami jaring) menggambarkan teknologi PLTS atap dalam sentimen yang positif. Mereka cenderung sejalan dengan kebijakan resmi dan dengan narasi kemajuan dan inovasi. Topik yang diperbincangkan lebih banyak berkutat di aspek makro seperti pemasangan PLTS di gedung-gedung pemerintah, fasilitas publik, dan perkantoran.

Sementara itu, di media sosial, kebanyakan-sekitar 42%-konten seputar PLTS atap di media sosial mendapatkan sentimen negatif dari warganet. Angka ini disusul dengan sentimen netral sebesar 34% dan positif yang hanya 24%. Sentimen ini berangkat dari diskusi-diskusi dengan topik yang mendetail seperti biaya perawatan, suku cadang, dan sebagainya.

Sentimen negatif ini turut diwarnai kesalahpahaman sehingga dapat menyebabkan keraguan publik untuk mengadopsi PLTS atap. Misalnya, ada komentar yang menganggap panel surya maupun baterainya sangat sensitif dengan petir. Komentar ini tidak tepat karena panel surya telah teruji tahan lama dan tangguh di berbagai jenis cuaca, termasuk guntur atau badai petir. Panel surya pun tidak memicu petir sehingga tidak akan menaikkan risiko rumah tersambar petir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.