Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Warganet terhadap PLTS Atap Masih Negatif, dari Biaya Mahal hingga Perawatan Sulit

📅 Senin, 10 Jun 2024, 13:39 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ada juga komentar yang menyebutkan naik-turunnya pasokan listrik PLTS dapat merusak peralatan elektronik. Komentar ini tidak benar karena PLTS atap terhubung dengan jaringan PLN dan ke beban-beban listrik di rumah sendiri, sehingga tegangannya stabil dan tidak akan merusak peralatan elektronik. Selama pasokan listrik panel surya di sistem distribusi lebih rendah dari beban jaringan, permasalahan tegangan tidak akan muncul.

Adapun yang dapat berubah-ubah dari PLTS adalah daya atau energi yang dihasilkan karena tergantung dengan kondisi cuaca. Namun, dengan tersambungnya ke jaringan PLN maka kekurangan akan ditambal dari jaringan PLN. Walhasil, beban listrik di rumah akan tetap tersuplai daya listrik.

Selain itu, ada pula warganet yang meragukan usaha pemakaian PLTS atap bisa berjalan mulus. Beberapa komentar di antaranya:

"Bikin pembangkit sendiri itu dilarang dan sulit."

"Instalasi PV susah, jika mau mudah harus pakai perantara supaya instalasinya cepat."

Pengguna media sosial turut menyoroti aspek pemakaian, perawatan, dan suku cadang PLTS. Beberapa kata yang paling sering muncul diantaranya "awet" dan ketersediaan "sparepart" dalam jangka panjang.

Melalui media sosial, kami juga menemukan bahwa publik memerlukan alternatif teknologi yang lebih terjangkau tapi efektif. Beberapa komentar berkait dengan hal ini sebagai berikut:

"Bisakah Indonesia membuat baterai dengan harga yang lebih murah?"

"Biaya baterai sangat menguras dana yang signifikan, dan butuh didaur ulang atau diganti satu tahun sekali."

"Inverter (pengubah arus setrum) sangat mahal."

Topik-topik penting

Salah satu tema penting yang muncul di kedua platform adalah kelayakan ekonomi saat menggunakan PLTS atap. Riset kami menemukan publik menganggap pemakaian PLTS atap dapat menghemat tagihan listrik jangka panjang dan berpotensi mendongkrak nilai properti.

Publik menganggap dua hal tersebut sebagai manfaat yang menarik, sekalipun biaya awal PLTS relatif tinggi-sekitar 14 - 19 juta per kiloWatt peak (kWP) .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.