Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pilkada Harus Jadi Pesta Demokrasi Rakyat

📅 Senin, 10 Jun 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pilkada Harus  Jadi Pesta Demokrasi Rakyat Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.

JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai gelaran terakhir dari rangkaian Pemilu 2024 sudah seyogianya dijadikan sebagai pesta demokrasi bagi rakyat.

Selain melakukan pencoblosan, rakyat sebagai pemilih tak perlu sungkan untuk berpartisipasi sejak dini dalam proses penjaringan calon oleh partai politik. Mereka berhak menyuarakan dukungan bagi figur-figur yang mereka anggap kompeten.

"Rakyat Indonesia telah memiliki presiden dan wakil presiden terpilih, demikian pula halnya dengan wakil-wakil mereka di parlemen, namun demikian hajatan politik elektoral belum selesai," kata Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan rakyat pun berhak mengkritisi jika ada partai politik yang mengusung calon-calon yang memiliki permasalahan hukum, karena Pilkada yang akan diadakan pada 27 November 2024 hendaknya menjadi momentum untuk mengakselerasi program-program yang telah dicanangkan.

"Rakyat Indonesia masih harus memenuhi hak dan kewajiban politiknya untuk berpartisipasi dalam Pilkada yang merupakan bagian integral dari rezim Pemilu di Indonesia," kata dia.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 8 persen oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan lebih mudah tercapai jika dalam Pilkada kali ini figur-figur yang mumpuni dalam mengelola potensi sumber daya alam daerah terpilih untuk menjalankan roda pemerintahan di daerah.

Menurutnya, figur-figur mumpuni untuk memimpin daerah dapat memacu pertumbuhan ekonomi di daerah semaksimal mungkin yang berkontribusi pada pemenuhan target pertumbuhan ekonomi nasional.

Didik Masyarakat

Sementara itu, Anggota DPR RI Aria Bima menyatakan partai politik harus mampu mendidik masyarakat memiliki kesadaran dalam berdemokrasi menyusul pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dalam waktu dekat.

"Demokrasi di sini adalah cara kita dalam menjalankan pemilihan pemimpin yang betul-betul jadi hajatan publik bukan hajatan elite, bukan hajatan partai," katanya pada Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/6).

Ia mengatakan justru partai politik harus memfasilitasi masyarakat untuk menjalankan pesta demokrasi sehingga masyarakat bisa menentukan jalannya pemilihan. "Kesadaran partai ini penting mulai dari tingkat anak ranting, ranting, dan PAC. Oleh karena itu, pada tradisi empat pilar ini, khusus untuk PAC dan ketua ranting. Kami ingin bagaimana pemahaman soal demokrasi yang konstitusional, di mana demokrasi mengacu pada kedaulatan rakyat, kesadaran berpartai adalah salah satunya pendidikan politik untuk rakyat," tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut juga diikuti oleh partai politik lain. "Jadi ikut membantu rakyat dalam proses pendidikan politik dalam kita berdemokrasi," ujarnya.

Ia mengatakan salah satu momentum masyarakat untuk berdemokrasi yakni pada pelaksanaan pilkada. "Kesadaran ini penting. Kita harus sadar bagaimana di era orde baru rakyat tidak diberikan ruang untuk menentukan jalannya pemerintahan dalam menentukan pemimpin," ucapnya.

Bahkan, menurut dia struktur keterwakilan pada saat itu juga tidak merepresentasikan dari perwakilan partai politik lewat pemilu yang demokratis. "Oleh karena itu, jangan sampai pilkada terjadi manipulasi kehendak rakyat, seperti money politics atau berbagai hal sejenisnya sehingga demokrasi dipertanyakan," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng

Potensi komoditas kakao Jembrana

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.