Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Banjir Lahar Marapi, BNPB Rancang Sistem Peringatan Dini Terintegrasi

📅 Senin, 10 Jun 2024, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Banjir Lahar Marapi, BNPB Rancang Sistem Peringatan Dini Terintegrasi Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Jajaran tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar pertemuan koordinasi untuk mempersiapkan pemasangan sistem peringan dini atau early warning system (EWS) banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat, Minggu (9/6/2024).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merancang sistem peringatan dini
(early warning system/EWS) terintegrasi untuk mengantisipasi bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar).

Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Udrekh dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/6), mengatakan bahwa dalam sistem EWS terintegrasi itu memuat informasi seputar kondisi cuaca dengan aktivitas gunung api yang kemudian terkoneksikan pada titik sensor dan sirine di titik rawan.

"Hari ini akan ada pertemuan kami dengan Gubernur Sumbar khusus menyampaikan persiapan pemasangan peringatan dini sebagai bentuk komitmen kuat, dan harapan adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat," kata dia.

Ia memaparkan, titik sensor atau sirine tersebut akan segera dipasang oleh tim BNPB, ahli geologi dan meteorologi di sejumlah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi - berhilir di pemukiman penduduk dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam / Padang Panjang.

BNPB menilai berbagai informasi sistem EWS tersebut sangat penting karena memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk melakukan kesiapsiagaan maupun langkah mitigasi terhadap potensi dampak bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi.

Terlebih potensi bencana tersebut masih tinggi karena saat ini tim ahli geologi memprakirakan masih ada sekitar 700 ribu meter kubik material vulkanik yang mengendap di puncak/lereng Gunung Marapi yang kembali erupsi beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, Suaidi, menjelaskan secara sederhana EWS akan mengonfirmasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG dari cuaca dan getaran tanah. Apabila alarm EWS berbunyi, komunitas siaga bencana yang dimiliki Wali Nagari (kepala desa) di sekitar Gunung Marapi langsung berkoordinasi melakukan evakuasi mandiri.

Untuk mencegah berulangnya banjir lahar dingin yang dapat menimbulkan korban jiwa, BMKG mencatat setidaknya diperlukan pemasangan EWS di 23 titik rawan, dengan demikian EWS akan selaras dengan terbangunnya komunitas peringatan dini, dan evakuasi dari nagari.

"Kita targetkan pemasangan unit early warning system ini dapat dilaksanakan pada tahun ini," harap dia.

Sebelumnya diketahui, ada lima kabupaten di Sumatera Barat dilanda banjir lahar dingin Gunung Marapi pada Sabtu (11/5).

Pusdalops BNPB mencatat per 29 Mei 2024 jumlah korban meninggal dunia sebanyak 63 orang dan 10 lain dinyatakan hilang. Sedangkan total dampak kerusakan yang ditimbulkan pada sektor pemukiman mencapai 503 unit, dengan rincian rusak berat 126, rusak sedang 43 dan rusak ringan 334.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.