Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Tekankan Pentingnya Tenaga Kerja Bisa Beradaptasi dengan AI

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Asean Tekankan Pentingnya Tenaga Kerja Bisa Beradaptasi dengan AI Doc: ISTIMEWA
Ket. Wakil Sekjen Asean bidang Komunitas dan Korporasi, Nararya Soeprapto

JAKARTA - Sekretariat Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean) menekankan pentingnya untuk memastikan tenaga kerja Asean dapat beradaptasi dengan cara kerja baru dan memiliki keterampilan yang cukup untuk berinteraksi secara efektif dengan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Badan-badan publik dan swasta dapat berkolaborasi untuk menyelenggarakan kursus AI khusus industri untuk membantu personel mempelajari jenis-jenis sistem AI yang ada di pasar," kata Wakil Sekretaris Jenderal Asean bidang Komunitas dan Korporasi, Nararya Soeprapto, dalam acara 11th Asean Economic Dialogue, di Jakarta, Selasa. (4/6)

Seperti dikutip dari Antara, Naraya menuturkan beberapa negara anggota Asean, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam telah berkolaborasi dengan industri dan lembaga akademis untuk menyediakan kursus dan program pelatihan terkait AI guna mengembangkan talenta AI. Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan digital dan memastikan kebutuhan khusus industri terpenuhi.

Rencana Induk Digital Asean 2025, lanjutnya, memiliki kerangka kebijakan regional untuk mengatasi masalah tata kelola dan etika ketika menerapkan solusi AI sebagai alat utama untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan di kawasan Asean, sehingga negara Asean memiliki sejumlah bidang potensial yang bisa berkolaborasi.

Investasi Penelitian

Selain meningkatkan pemahaman mengenai AI, Asean dinilainya perlu berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan AI untuk memastikan negara-negara selalu mengikuti perkembangan terkini dalam AI, termasuk menerapkan solusi AI mutakhir untuk permasalahan nasional yang dihadapi oleh masyarakat.

"Untuk melakukan hal ini, pemerintah harus berupaya membangun pendekatan komunitas menyeluruh antara komunitas riset, sektor swasta, dan lembaga pemerintah untuk memfasilitasi penyerbukan silang gagasan dan wacana yang sehat mengenai gagasan dan teknologi perintis," tuturnya.

Upaya kolaborasi lainnya adalah melindungi masyarakat dari penggunaan AI dengan niat buruk seperti penyebaran informasi yang salah dan kebohongan yang disebar secara daring. Pemerintah harus meningkatkan upaya pendidikan masyarakat mengenai sistem AI dan potensi kendalanya sehingga masyarakat diberdayakan untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas.

"Di bawah DEFA, Asean telah mengidentifikasi kerja sama pada topik-topik yang sedang berkembang. Ini merupakan salah satu ketentuan yang secara khusus menyebutkan kecerdasan buatan. Tujuannya, membangun mekanisme kerja sama peraturan untuk menangani standar dan peraturan yang relevan," jelas dia.

Adapun Asean dan populasinya yang berjumlah 630 juta jiwa merupakan rumah bagi sekitar 480 juta pengguna internet. Sebanyak 80 persen di antaranya adalah konsumen digital. Ekonomi digital Asean mencapai nilai sekitar 300 miliar dollar AS (4.874 triliun rupiah) pada 2022 dan diproyeksikan tumbuh menjadi satu triliun dollar AS (16.250 triliun rupiah) pada 2030.

Dengan diluncurkannya Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital Asean (DEFA) yang bertujuan menyelesaikan negosiasi pada tahun 2025, Asean akan mempercepat transformasi digitalnya yang dapat meningkatkan proyeksi kontribusi ekonomi digital Asean menjadi dua triliun dollar AS (32.501 triliun rupiah) pada 2030.

Perkiraan ini yang datang dari Boston Consulting Group melihat kesepakatan DEFA yang sangat berwawasan ke depan dan tahan terhadap masa depan. Sektor AI sedang mengalami pertumbuhan yang fenomenal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.