Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS: Harga Beras di Grosir dan Eceran Terus Turun

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
BPS: Harga Beras di Grosir dan Eceran Terus Turun Doc: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Ket. Pedagang menuang beras eceran yang dijual di salah satu kios di Pasar Minggu, Jakarta, Senin (3/6). BPS mencatat harga beras menjadi penyumbang utama deflasi secara bulanan terbesar pada Mei 2024.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan harga beras terus turun di berbagai tingkatan, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran. Kondisi ini menjadikan beras sebagai penyumbang utama deflasi pada Mei 2024.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/6), Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2024 turun 4,41 persen secara bulanan, tetapi naik 10,71 persen secara tahunan.

Berdasarkan data BPS, harga beras di penggilingan pada April 2024 tercatat 13,012 rupiah, dan turun menjadi 12.438 rupiah pada Mei 2024. Adapun harga beras di tingkat grosir pada April 2024 tercatat 13.902 rupiah sebelum turun menjadi 13.471 rupiah pada Mei 2024.

Sementara harga beras eceran yang awalnya 15.082 rupiah pada April 2024 turun menjadi 14.541 rupiah pada Mei 2024.

"Harga beras yang kami sampaikan merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas beras dan mencakup seluruh wilayah di Indonesia," tambahnya.

Seperti dikutip dari Antara, Amalia menyampaikan harga gabah di tingkat petani pada Mei 2024 mengalami kenaikan, baik secara bulanan maupun tahunan. Harga gabah kering panen (GKP) naik 2,73 persen secara bulanan dan naik 4,64 persen secara tahunan.

Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) turun 4,06 persen secara bulanan dan naik 8,40 persen secara tahunan.

Deflasi di Grosir

Amalia menyebut beras di tingkat grosir mengalami deflasi 3,11 persen secara bulanan dan inflasi 11,30 persen secara tahunan. Beras di tingkat eceran juga mengalami deflasi sebesar 3,59 persen secara bulanan dan inflasi 11,75 secara tahunan.

BPS mencatat harga beras menjadi penyumbang deflasi terbesar secara bulanan pada Mei 2024. Amalia menyampaikan beras memberikan andil terhadap deflasi bulanan sebesar 0,15 persen.

Selain beras, kelompok transportasi menjadi penyumbang andil deflasi kedua terbesar bulan ini. Deflasi kelompok transportasi tercatat sebesar 0,38 persen.

Amalia menilai penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga komoditas tarif pengangkutan kota, tarif angkutan dan tarif kereta api. Menurutnya, hal ini menjadi fenomena yang wajar terjadi setelah momen Lebaran pada April 2024.

"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi secara bulanan yaitu tarif angkutan antarkota sebesar 0,03 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,02 persen, dan tarif kereta api sebesar 0,01 persen," ujarnya.

Ia juga memberikan catatan, komoditas tarif angkutan antarkota dan komoditas tarif kereta api mengalami deflasi terdalam sejak Januari 2021.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Olahraga
Sinner Juara Wimbledon, Oba...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.