Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pendekatan Ilmiah Perluas Pasar Obat Tradisional

28 Kamis, 30 Mei 2024, 18:27 WIB | Oleh:
Pendekatan Ilmiah Perluas Pasar Obat Tradisional Pendekatan Ilmiah Perluas Pasar Obat Tradisional Doc: muhamad marup
Ket. Rektor Universitas Tarumanagara (Untar), Agustinus Purna Irawan (kanan) dan Dekan Fakultas Kedokteran Untar, Noer Saelan Tadjudin usai menbuka Seminar on Integrative Medicine, di Jakarta, Kamis (30/1).

JAKARTA - Rektor Universitas Tarumanagara (Untar), Agustinus Purna Irawan, mengatakan, pendekatan ilmiah dapat memperluas cakupan pasar obat tradisional. Menurutnya, metode lebih modern membuat obat tradisional bisa dinikmati semua kalangan.

"Walaupun tradisional, tapi kemudian dikemas dalam bentuk yang lebih ilmiah, akademik, kan itu pasti bisa diterima juga," ujar Agustinus usai menbuka Seminar on Integrative Medicine, di Jakarta, Kamis (30/1).

Dia megungkapkan, pihaknya saat ini tengah mendorong kolaborasi obat tradisional Indonesia dan Tionglok. Hal tersebut mencakup pengembangan metode pengobatan serta riset terkait obat-obat tradisional dari Indonesia dan Tiongkok serta mengintegrasikannya ke dalam pengobatan dari barat yang terkenal modern.

Agustinus menambahkan, kolaborasi antara pengobatan tradisional dan pengobatan modern juga dilakulan dalam perkuliahan. Menurutnya, Untar memiliki banyak dosen yang mempelajari terkait pengobatan tradisional dari luar negeri seperti Korea Selatan.

"Kemudian yang dari sisi ilmiah kemudian juga dikombinasikan dari sisi tradisional, saya kira itu juga makin melengkapi memberikan kepercayaan kepada pasien," jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Untar, Noer Saelan Tadjudin, mengungkapkan, obat-obatan tradisional Indonesia sudah banyak digunakan masyarakat. Hanya saja untuk di bidang kedokteran sendiri masih dalam proses.

"Kita tahu banyak obat-obat sekarang juga sudah mulai memproduksi obat-obat tradisional kita. Ada sebagian dokter juga mulai menggunakan kombinasi itu," ucapnya.

Dia menilai, Tiongkok merupakan salah satu negara yang mampu mengembangkan obat tradisional bahkan penggunaanya banyak di Indonesia. Pihaknya juga akan mendorong penggunaan serta riset obat tradisional di Fakultas Kedokteran Untar.

"Kita sudah memakai bahan-bahan tradisional itu di laboratorium kita dan itu bahan pokoknya ada herbal. Jadi sebagian dari penelitian itu diarahkan ke penelitian yang herbal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
De Minaur Bangkit, Jaga Asa...
Nasional
Mengagetkan, Satu Prajurit ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.