Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto Sebut Pesantren Mesti Jadi Pusat Pembentukan Remaja Berkualitas

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto Sebut Pesantren Mesti Jadi Pusat Pembentukan Remaja Berkualitas Doc: bengkulutengahkab.go.id
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengemukakan bahwa pesantren mesti jadi pusat pembentukan remaja berkualitas dan dapat mengedukasi agar remaja terhindar dari pernikahan dini.

"Di BKKBN ada namanya program Generasi Berencana (GenRe). Program ini memberikan edukasi pada remaja untuk membentuk remaja berkualitas dan terhindar dari pernikahan dini, seks pranikah dan napza. Harapannya, pesantren nanti juga bisa menjadi center of excellence program GenRe," ujar Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (11/5).

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Pondok Pesantren Assalam Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (10/5).

Hasto juga berharap, pesantren juga dapat mengajarkan pendidikan agama yang berkualitas bagi remaja sebagai bekal untuk menciptakan generasi berkualitas Indonesia di masa depan.

"Saya optimistis para santri di pesantren ini nanti akan menjadi pemimpin yang baik dan akan menggantikan kita di masa depan. Saya yakin pesantren merupakan wadah pendidikan yang tepat untuk remaja saat ini, di mana pesantren mengajarkan pendidikan agama yang baik, bagaimana menjaga pergaulan dan menyiapkan generasi yang berkualitas," kata dia.

Kepala BKKBN juga menyampaikan bahwa amanah yang diemban BKKBN saat ini adalah pembangunan kualitas keluarga, dan bagaimana menjaga keluarga berketahanan yang bahagia juga sejahtera.

"Saat ini, permasalahan keluarga di Indonesia adalah tingginya tingkat perceraian. Hal ini salah satunya disebabkan kurangnya kesiapan remaja dan minimnya pendidikan keluarga," ucap Hasto.

Selain itu, lanjut dia, BKKBN juga diamanahkan melakukan kampanye pencegahan stunting, yakni kondisi tumbuh kembang anak yang tidak normal.

"Kampanye pencegahan stunting bertujuan untuk menyiapkan keluarga berkualitas, dimulai dari penyiapan remaja. Remaja perlu disiapkan sejak dini agar terhindar dari pergaulan bebas, Napza dan risiko lainnya," tutur dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.