Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Tangerang 'Darurat' Kasus 'Stunting'

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Tangerang 'Darurat' Kasus 'Stunting' Doc: ANTARA/HO-Dinkes Kota Tangerang
Ket. Pemberian vitamin kepada anak dalam rangka mencegah adanya kasus stunting.

TANGERANG - Di luar dugaan ternyata Kota Tangerang dalam situasi "darurat" stunting karena angkanya melonjak dari 11,8 persen menjadi 17,6 persen. Maka, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, lalu memasifkan penanganan stunting di 13 kecamatan.

Penanganan ditempuh melalui 17 program unggulan guna menekan lonjakan angka prevalensi stunting. Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni di Tangerang, Kamis, mengatakan Pemkot Tangerang telah menggelar rembuk stunting sebagai langkah evaluasi besar-besaran.

Kenaikan angka stunting ini hampir terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Di Provinsi Banten saja ada lima kota/kabupaten yang mengalami peningkatan, termasuk Kota Tangerang.

Namun, membutuhkan kerja sama atau kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak terkait. "Sederet program akan kami lanjutkan dan perkuat, untuk menuntaskan kasus stunting di Kota Tangerang," kata Dini.

Sementara itu, program inovasi yang dilakukan Kota Tangerang dalam menekan angka stunting, yakni Yuk Jaim (Yuk Jadi Remaja Anti Anemia) dan AKSI bergizi untuk remaja, Kader Srikandi (Sedari Dini Kawal Ibu Hamil dan Balita), Babar Bahagia (Bayi dan Ibu Cageur, Bawa Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan Kartu Indonesia Sehat).

Selain itu, Laksa Gurih (Tatalaksana Gizi Buruk agar Segera pulih), Simkesda (Sistem Informasi Kesehatan Daerah), berisi laporan imunisasi balita, Cageur Jasa (Colaborasi Kunjungan Rumah Terintegrasi Keluarga Sehat), dan Kader Asmara TBC (Aksi Skrining Mandiri TBC Berbasis Masyarakat). Ada juga Sekoper Semangat (Sistem Elektronik Penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.