Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan PBB Fokus Danai Sistem Kesehatan Berketahanan Rendah Karbon Global

📅 Selasa, 30 Apr 2024, 08:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan PBB Fokus Danai Sistem Kesehatan Berketahanan Rendah Karbon Global Doc: undp.org
Ket. Perwakilan tetap UNDP Indonesia Sujala Pant.

JAKARTA - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) berfokus pada pendanaan guna mengembangkan sistem kesehatan berketahanan dan rendah karbon, dalam proyek global yang didanai oleh Dana Iklim Hijau (GCF) bersama 17 negara, termasuk Republik Indonesia.

Perwakilan tetap UNDP Indonesia Sujala Pant di Jakarta, Senin (29/4), mengatakan dalam menyusun tantangan dampak perubahan iklim terhadap sektor kesehatan di Indonesia, ada beberapa dimensi yang perlu ditinjau.

"Dan pendanaan yang dibutuhkan untuk memungkinkan perubahan menuju sistem kesehatan rendah karbon, sistem kesehatan yang berketahanan, adalah fokus dan perhatian saat kita memulai proyek ini," ujar Sujala.

Sujala mengatakan pihaknya bersama WHO dan Kementerian Kesehatan berdiskusi untuk mengidentifikasi bersama apa yang diperlukan untuk membuka pembiayaan tersebut, di mana upaya dan pembiayaan harus difokuskan agar responsif terhadap kebutuhan di Indonesia.

"Karena kita ingin sangat tanggap terhadap prioritas dan bagaimana prioritas tersebut ditentukan oleh pemangku kepentingan yang paling mengetahui hal tersebut," ujar dia.

Sujat menyebut tantangan saat ini sektor pelayanan kesehatan merupakan salah satu sektor dalam perekonomian yang sebenarnya berfokus pada kesejahteraan individu dan masyarakat.

Namun dalam sebuah studi global ditemukan bahwa lebih dari 4,4 persen emisi bersih gas rumah kaca global sebenarnya berasal dari sektor kesehatan.

Sebagian besar dari hal tersebut terkait dengan penggunaan sumber energi tradisional berbasis bahan bakar fosil di seluruh operasional fasilitas, rantai pasokan, dan ekosistem yang lebih luas di sektor kesehatan.

Kedua, sistem kesehatan juga sangat berisiko akibat dampak perubahan iklim.

Banjir atau tanah longsor sering kali dapat merusak infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil. Hal ini benar-benar berdampak buruk terhadap kelangsungan penyediaan layanan kesehatan, lebih berdampak pada kelompok marginal dibandingkan kelompok lainnya, lanjutnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan tambahan dari kendala dasar yang terjadi, bahkan tanpa adanya perubahan iklim. Namun, perubahan iklim akan memperburuk keadaan.

Dalam konteks tersebut, Sujat mengatakan UNDP memiliki portofolio program iklim yang paling besar, dengan dukungan terhadap aksi iklim di hampir 150 negara berkembang.

Dalam portofolio besar tersebut, mencakup segala hal mulai dari konservasi hutan yang berkontribusi terhadap peningkatan penyerap karbon, pengelolaan limbah, termasuk limbah medis, pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya, dan transisi ke energi yang lebih bersih dan terbarukan.

Sejalan dengan hal tersebut, 72 persen dari programnya di Indonesia juga berfokus pada ketahanan perubahan iklim dan bencana alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Basarnas Cari Lima Wartawan yang Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Basarnas Cari Lima Wartawan yang Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.