Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Menunjukkan Luasnya Jalan Ilegal yang Membabat Hutan Indonesia

📅 Minggu, 28 Apr 2024, 11:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset Menunjukkan Luasnya Jalan Ilegal yang Membabat Hutan Indonesia Doc: The Conversation/Rhett Butler
Ket. Jalan membuka akses. Saat buldoser meratakan banyak bidang hutan untuk jalan, di situlah pembalak liar, penambang, pemburu, dan perampas lahan berdatangan.

Bill Laurance, James Cook University

Ilmuwan ternama asal Brasil, Eneas Salati, pernah mengatakan, "Yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk hutan hujan Amazon adalah meledakkan jalan-jalan."

Eneas tidak bercanda. Dia ada benarnya.

Dalam artikel terbaru yang terbit di jurnal Nature, saya bersama kolega menunjukkan bahwa pembangunan jalan ilegal dan seringkali tidak terkendali membahayakan hutan di Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. Jalan yang kami teliti tersebut tidak muncul di peta yang sah, sehingga kami menyebutnya "jalan hantu" (ghost roads).

Apa yang buruk dari suatu jalan?

Jalan membuka akses. Saat buldoser meratakan banyak bidang hutan untuk jalan, di situlah pembalak liar, penambang, pemburu, dan perampas lahan berdatangan. Begitu memperoleh akses, mereka dapat menghancurkan hutan, membahayakan ekosistem asli setempat, bahkan mengusir hingga membunuhi masyarakat adat.

Penjarahan tersebut merenggut sumber daya alam yang berharga dari negara-negara yang kekurangan uang. Indonesia, misalnya, mengalami kerugian sekitar US$1,5 miliar (Rp24,3 triliun) setiap tahun hanya dari pencurian kayu.

Jalan yang belum dipetakan atau tidak resmi memang ada di seluruh negara. Namun, di negara-negara berkembang, terutama yang kaya keberagaman hayati, situasinya sangat buruk. Pembangunan jalan berlangsung sangat cepat-bahkan yang tercepat dalam sejarah manusia.

Memetakan jalan hantu

Dalam penelitian ini, saya dan mahasiswa doktoral saya, Jayden Engert, bekerja sama dengan kolega di Australia dan Indonesia untuk merekrut serta melatih lebih dari 200 sukarelawan.

Mereka menghabiskan waktu 7 ribu jam untuk memetakan jalan secara manual, menggunakan citra satelit resolusi tinggi dari Google Earth. Tim relawan kami memetakan jalan di lebih dari 1,4 juta kilometer persegi di kawasan Asia-Pasifik.

Ketika hasilnya diperoleh, temuan kami luar biasa. Sebagai permulaan, jalan hantu yang belum dipetakan sepertinya ada dimana-mana. Ketika membandingkan temuan kami dengan dua basis data jalan terkemuka, OpenStreetMap dan Proyek Inventarisasi Jalan Global (GRIP), kami menemukan jalan hantu di wilayah ini 3 hingga 6,6 kali lebih panjang dibandingkan gabungan seluruh jalan resmi yang dipetakan.

Sebagian besar wilayah Indonesia memiliki jalan hantu, dengan hutan hujan dataran rendah di Kalimantan dan Sumatera bagian tengah yang paling terdampak. Jalan hantu juga kian menyebar semakin panjang di Papua.

Ketika jalan hantu muncul, deforestasi di tingkat lokal melonjak-biasanya tak lama setelah jalan dibangun. Sejauh ini, kami menemukan bahwa tingkat densitas suatu jalan (panjangnya suatu jalan per km2) adalah tolok ukur terpenting untuk memprediksi kehilangan hutan, melampaui 38 variabel lainnya. Tak peduli bagaimanapun seseorang mengukurnya, jalan adalah "pembunuh hutan".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.