Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Menunjukkan Luasnya Jalan Ilegal yang Membabat Hutan Indonesia

📅 Minggu, 28 Apr 2024, 11:11 WIB | Oleh: Tim Penulis

Angka kehilangan hutan di Indonesia masih sangat tinggi sampai nanti mayoritasnya terbabat habis. Ini serupa dengan dinamika 'boom-bust' (melonjak lalu menurun) yang terjadi di permukiman di perbatasan Amazon, Brasil.

Maraknya jalan hantu sangat berbahaya bagi pelestarian alam. Sebab, saat jalan-jalan tersebut berkembang pesat, keberadaannya tetap tersembunyi dan berada di luar kendali pemerintah.

Jalan dan kawasan lindung

Tak ada taman nasional ataupun kawasan lindung di Asia-Pasifik yang benar-benar aman dari jalan ilegal.

Meski begitu, upaya menjaga taman-taman nasional setidaknya cukup berdampak. Di kawasan ini, panjang jalan ilegal hanya sepertiga dari area di sekitarnya yang tak terlindungi.

Berita buruknya: ketika orang-orang membangun jalan di kawasan lindung, tingkat kerusakan hutannya sama dengan jalan di luar kawasan tersebut.

Temuan kami menekankan pentingnya pembatasan jalan dan kerusakan terkait di dalam kawasan lindung. Jika kami mampu menemukan jalan-jalan hantu ini dengan citra satelit, aparat juga semestinya bisa. Jalan ilegal yang sudah ditemukan dapat dibongkar, atau setidaknya dipetakan untuk dikelola seperti jalan legal lainnya.

Menjaga keutuhan kawasan lindung sangatlah mendesak. Lebih dari 3 ribu kawasan lindung telah diperkecil atau terdegradasi secara global untuk jalan baru, pertambangan, dan tekanan penggunaan lahan lokal.

Jalan tersembunyi dan jejak manusia

Dampak jalan hantu bagi Bumi berbeda-beda dari suatu tempat ke tempat lainnya. Untuk mengukur seberapa besar dampak yang tengah kita alami, para peneliti menggunakan indeks jejak aktivitas manusia (human footprint index). Jejak ini menghimpun data dari aktivitas manusia seperti jalan, infrastruktur, penggunaan lahan, penerangan malam hari dari permukiman berlistrik, dan lain-lain. Kamu dapat menggunakan indeks ini untuk membuat peta gradasi warna (heatmap) yang menunjukkan di mana aktivitas manusia baik yang kurang maupun paling berdampak.

Kami memasukkan temuan jalan hantu ke dalam indeks dan membandingkan dua versi untuk Kalimantan bagian timur, satu tanpa informasi jalan hantu dan satu lagi dengan versi tersebut.

Perbedaannya sangat mencolok.

Ketika jalan hantu dimasukkan dalam peta dampak manusia di Kalimantan bagian timur, wilayah dengan gangguan manusia "sangat tinggi" berlipat ganda. Sementara, wilayah dengan gangguan "rendah" di peta justru berkurang setengahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

51 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

57 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.