Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kinerja APBN KiTa Mei 2026: Defisit Anggaran Turun Jadi 0,64 Persen PDB Per April

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 19:58 WIB | Oleh:
Kinerja APBN KiTa Mei 2026: Defisit Anggaran Turun Jadi 0,64 Persen PDB Per April Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5).

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kondisi fiskal Indonesia berangsur membaik seiring dengan menyusutnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 30 April 2026. 

Sebagai perbandingan, defisit APBN per 31 Maret mencapai 0,93 persen PDB atau Rp240,1 triliun.

“Defisitnya tinggal Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB. Kemarin waktu keluar di bulan Maret 0,93 persen. Jadi, keadaan membaik,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa.

Pendapatan negara tercatat tumbuh sebesar 13,3 persen dengan realisasi senilai Rp918,4 triliun, atau setara 29,1 persen dari target APBN Rp3.153,6 triliun.

Penerimaan perpajakan tumbuh 13,7 persen atau sebesar Rp746,9 persen. Rinciannya, penerimaan pajak tumbuh 16,1 persen dengan nilai Rp646,3 triliun serta kepabeanan dan cukai tumbuh 0,6 persen atau Rp100,6 triliun.

Menkeu menyatakan penerimaan perpajakan akan dikejar untuk tumbuh lebih tinggi lagi ke depannya, khususnya pajak yang ditargetkan bakal mencetak pertumbuhan hingga 20 persen

“Artinya, kami akan usahakan ke arah sana. Ini (penerimaan pajak) jelas lebih bagus dibandingkan April tahun lalu yang minus 10,8 persen,” ujar Purbaya.

Sementara pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tercatat tumbuh 11,6 persen atau Rp171,3 triliun.

Di sisi lain, belanja negara tumbuh signifikan sebesar 34,3 persen dengan nilai Rp1.082,8 triliun. Realisasi ini setara 28,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.

Belanja pemerintah pusat tercatat tumbuh 51,1 persen senilai Rp826 triliun. Bendahara negara menyatakan realisasi ini merupakan hasil dari strategi untuk meratakan penyaluran belanja pemerintah sepanjang tahun.

Secara rinci, belanja kementerian/lembaga (K/L) tumbuh 57,9 persen atau senilai Rp400,5 triliun, sedangkan belanja non-K/L tumbuh 45,2 triliun atau Rp425,5 triliun.

Berbeda dengan belanja pemerintah pusat yang tumbuh, realisasi transfer ke daerah (TKD) masih terkontraksi sebesar 1 persen, dengan nilai Rp256,8 triliun.

Adapun keseimbangan primer berbalik surplus setelah sebelumnya mengalami defisit, dengan nilai sebesar Rp28 triliun. Surplus keseimbangan primer menandakan fiskal masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja, dan utang.

“Keseimbangan primer dan defisit April dibandingkan Maret jadi lebih bagus,” tutur Purbaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.