Elon Musk Tuding Australia Lakukan Sensor Pasca Larangan Video Kekerasan
📅 Selasa, 23 Apr 2024, 15:50 WIB | Oleh: Lili LestariPengacara regulator, Christopher Tran, pada Senin berargumentasi di pengadilan bahwa pemblokiran di Australia tidak memenuhi definisi penghapusan rekaman berdasarkan hukum Australia.
Tran mengatakan rekaman itu adalah "video yang vulgar dan penuh kekerasan" yang akan menyebabkan "kerusakan yang tidak dapat diperbaiki jika terus beredar."
Pengacara X, Marcus Hoyne, mengatakan dia tidak bisa mendapatkan instruksi dari kliennya yang berbasis di San Francisco karena saat itu hari Senin dini hari di Amerika Serikat.
X tidak segera menjawab ketika ditanya apakah dan bagaimana perusahaan telah mematuhi perintah pengadilan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Musk menyebut Komisaris eSafety Julie Inman Grant sebagai "komisioner sensor Australia."
Albanese mengatakan postingan media sosial, informasi yang salah dan penyebaran gambar-gambar kekerasan telah memperburuk penderitaan akibat peristiwa serangan di gereja yang dialami oleh kedua tokoh agama, serta penikaman di pusat perbelanjaan Sydney dua hari sebelumnya yang menewaskan enam orang.
Tim Urusan Pemerintahan Global X mengatakan bahwa Inman Grant memerintahkan mereka untuk menghapus beberapa postingan yang mengomentari serangan terhadap gereja, namun dikatakan bahwa postingan tersebut tidak melanggar aturan X tentang ujaran kekerasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
X mengatakan regulator Australia telah meminta platform tersebut "menahan postingan ini atau menghadapi denda harian sebesar $785.000."
"X percaya perintah eSafety tidak berada dalam lingkup hukum Australia dan kami mematuhi arahan tersebut sambil menunggu adanya tantangan hukum," kata akun Global Government Affairs X.
"Meskipun X menghormati hak suatu negara untuk menegakkan hukum dalam yurisdiksinya, Komisioner eSafety tidak memiliki wewenang untuk menentukan konten apa yang dapat dilihat oleh pengguna X secara global."
Siaran langsung peristiwa serangan di gereja yang diunggah di media sosial setelahnya menarik perhatian 2.000 orang dan memicu aksi protes terhadap polisi yang menangkap tersangka penyerang.
Kerusuhan tersebut melukai 51 petugas polisi dan merusak 104 kendaraan polisi, kata para pejabat.
Tiga tersangka perusuh ditangkap pada hari Minggu, polisi merilis gambar pada hari Senin dari 12 tersangka yang mereka tuduh sebagai pemicu utama kekerasan, yang diambil dari video kerusuhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!