Tidur Siang Sejenak Terbukti Bagus untuk Kesehatan Otak
📅 Jumat, 19 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: afp/ Rodrigo Oropeza
Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa tidur sejenak memiliki manfaat bagi kesehatan otak serta melindungi manusia dari sejumlah penyakit yang berkorelasi dengan terganggunya waktu tidur.
Menyisihkan waktu untuk tidur sebentar di tengah kesibukan terbukti membantu otak kita bekerja lebih baik dan tetap berukuran lebih besar, kata para peneliti dari Universitas College London, Inggris.
Tim penelitian menunjukkan otak orang yang suka tidur siang berukuran 15 sentimeter kubik lebih besar dari biasanya. Hal itu setara dengan perlambatan dalam penuaan selama tiga hingga enam tahun.
Namun, para ilmuwan menyarankan sebaiknya waktu tidur dibatasi menjadi kurang dari setengah jam.
Meski begitu, mereka cukup sadar betapa sulitnya mencari waktu tidur di tengah jam kerja yang padat, terutama dengan budaya kerja yang menilai tidur di tengah pekerjaan adalah hal tabu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menilai bahwa kemungkinan semua orang bisa mendapat manfaat dari tidur sejenak," kata Dr Victoria Garfield yang mendeskripsikan hasil penelitiannya sebagai sesuatu yang cukup baru dan cukup menakjubkan seperti dilansirBBC.
Tidur siang telah terbukti memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan manusia saat masih bayi. Namun, frekuensi tidur siang semakin berkurang selama bertumbuh dewasa, kemudian menjadi lebih sering setelah masa pensiun. Sekitar 27 persen dari orang berusia 65 tahun ke atas mengaku sempat tidur siang.
Dr Garfield mengatakan tidur siang merupakan sesuatu yang mudah dibandingkan menurunkan berat badan atau berolahraga yang ia nilai sulit dilakukan oleh banyak orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otak kita mengecil seiring usia kita bertambah, tetapi apakah tidur siang dapat membantu mencegah risiko terkena penyakit seperti Alzheimer masih membutuhkan lebih banyak riset.
Secara keseluruhan, kesehatan otak penting untuk melindungi manusia dari demensia dan penyakit itu berkorelasi dengan terganggunya waktu tidur. Para ilmuwan menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat merusak otak secara perlahan dengan mengakibatkan peradangan dan mempengaruhi hubungan antar sel otak.
"Sehingga, tidur siang secara reguler dapat melindunginya dari degenerasi saraf dengan melengkapi waktu tidur yang kurang," kata peneliti Valentina Paz.
Walau begitu, Dr Garfield kurang berminat untuk mencari tempat nyaman dan tidur sejenak di tengah pekerjaannya. Ia lebih memilih cara-cara lain untuk merawat otaknya.
"Sejujurnya, saya lebih memilih berolahraga selama 30 menit daripada tidur siang. Saya mungkin akan berusaha membujuk ibu saya untuk melakukan tidur siang," ucap dia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!