6 Cara Menjaga Kesehatan Otak Agar Terhindar dari Demensia di Masa Tua
📅 Selasa, 15 Apr 2025, 13:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation
Jitka Vseteckova, The Open University dan Corrina Grimes, Trinity College Dublin
Demensia, gangguan kesehatan berupa berkurangnya kemampuan berpikir dan mengingat, bukanlah konsekuensi proses penuaan yang tak bisa dihindari. Sekitar 40% kasus demensia diperkirakan dapat dicegah–atau setidaknya diperlambat kejadiannya–dengan mengubah gaya hidup tertentu.
Aktivitas ini bisa kamu lakukan dengan menjadi proaktif dan konsisten sejak dini dalam mengatasi 12 faktor risiko terkait penyebab terbesar demensia, termasuk konsumsi alkohol berlebih hingga cedera otak traumatis.
Fokus mengatasi faktor risiko penyebab demensia dapat meningkatkan kesehatan otak dan kesejahteraan hidup secara menyeluruh, termasuk mengurangi risiko mengalami demensia di kemudian hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cara menjaga kesehatan otak
Agar kesehatan otak tetap terjaga, berikut enam gaya hidup yang sangat penting untuk kamu lakukan di usia muda, terutama 20-30an:
1. Konsumsi nutrisi yang baik untuk otak
Sebaiknya Anda baca juga:
Bobot otak hanya mewakili 2% dari berat tubuh, tetapi aktivitasnya bisa menguras 20% pasokan energi harian. Karena itu, asupan nutrisi yang baik sangat krusial untuk kesehatan otak.
Pola makan sehat membantu menjaga berat badan ideal, termasuk mengurangi risiko obesitas dan diabetes–keduanya dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 1%. Selain itu, menjaga pola makan sehat bermanfaat dalam mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi) yang dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 2%.
Salah satu pola makan sehat terbaik untuk mendukung kesehatan otak adalah diet Mediterania. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diet Mediterania dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak yang lebih baik dan penurunan risiko demensia.
Jadi, jika kamu ingin menjaga kesehatan otak, lakukan diet Mediterania dengan mengonsumsi banyak biji-bijian utuh, sayur-sayuran, buah-buahan (terutama beri), kacang-kacangan (seperti buncis), dan ikan berminyak. Sebaliknya, batasi konsumsi kue kering, permen, makanan yang digoreng, dan keju.
Bagi kebanyakan orang, fokus memperbaiki pola makan dapat memberikan manfaat positif untuk kesehatan otak, dibandingkan dengan mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral–kecuali kamu mengalami kekurangan nutrisi (malnutrisi).
2. Minum air putih yang cukup
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!