Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Berkolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

📅 Rabu, 17 Apr 2024, 01:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Berkolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Doc: ANTARA/Darwin Fatir
Ket. Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif (kanan) didampingi anggota Komisi B Capt Hariadi (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai rapat kerja Pembahasan LKPJ Gubernur Sulsel akhir tahun anggaran 2023 dan Evaluasi Triwulan I APBD Tahun Anggaran 2024 di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Selasa (16/4/2024).

Makassar - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif mendorong Pemerintah Provinsi Sulsel memperkuat dan mempertahankan ketahanan pangan mengingat kondisi terkini terjadi penurunan produksi pangan di tingkat petani.

"Kami minta dinas terkait untuk tanaman pangan padi dan jagung dijaga kestabilan harga supaya petani kita bisa untung, karena biaya produksi terlalu tinggi, minimal sesuai standard harga eceran tertinggi," kata Syaharuddin usai rapat di Komisi B bidang Perekonomian di Kantor DPRD Sulsel di Makassar, Selasa.

Ia pun telah menekankan hal tersebut dalam rapat kerja pembahasan LKPJ Gubernur Sulsel akhir tahun anggaran 2023 dan Evaluasi Triwulan I APBD Tahun Anggaran 2024 bersama Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Provisi (Pemprov) Sulsel.

Pria disapa akrab Sahar ini mengungkapkan memasuki musim tanam tahun ini pada April, Mei sampai Agustus 2024 dinas terkait mesti mempercepat menyalurkan bibit padi maupun jagung guna kepada petani agar segera ditanam, dan tidak mendistribusikan saat masuk kemarau.

"Jangan sampai bibit padi dan jagung itu baru dikirimkan ke petani setelah orang sudah selesai menanam padi atau jagung, atau bahkan diberikan saat mau masuk kemarau, itu keliru," papar dia.

Dari hasil rapat itu, Sahar juga mendorong dinas terkait segera melobi penambahan kuota pupuk subsidi dan benih padi serta jagung ke tingkat pusat, karena Sulsel merupakan lumbung pangan nasional, sehingga kuotanya perlu ditambah.

"Kita punya luas lahan pertanian dan perkebunan itu sekitar 960 ribu hektare, tapi pupuk Urea, dan NPK serta pupuk cair yang baru disalurkan 50 persen atau sekitar 170 ribuan dari luas lahan. Ini penting karena Sulsel adalah bagian lumbung pangan nasional," ungkapnya.

Sahar juga mengharapkan Kepala Dinas maupun Kepala Bidang tanaman pangan melakukan komunikasi secara intensif kepada Direksi Pupuk Indonesia menambah kuta pupuk di musim tanam tahun ini. Sehingga DPRD Sulsel melalui Komisi B mengeluarkan rekomendasi.

"Tadi direkomendasikan ke dinas terkait untuk mengantisipasi musim tanam nanti. Kita akan melaksanakan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan pihak terkait termasuk mengundang Pj gubernur Sulsel supaya pupuk tersedia, bibit tersedia, begitu panen langsung harganya stabil," paparnya.

Hal ini bertujuan kata Sahar menambahkan, supaya daya beli petani meningkat, karena sekarang daya beli petani di Sulsel menurun termasuk juga produksinya menurun. Kalau produksinya menurun, tentu berdampak pada ketahanan pangan.

"Ada 81 persen orang bekerja di sektor pertanian dan perkebunan, kalau ini salah maka yang salah pekerjaan kita juga di Sulsel. Makanya ini perlu perhatian semua pihak terkait," katanya menekankan.

Rapat kerja tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif didampingi Ketua Komisi B Firmina Tallulembang dan Wakil Ketua Syahrir serta sejumlah Anggota Komisi B DPRD Sulsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Daerah
Tim Satgas Bencana ITS Pant...

Upaya pemulihan ekosistem pesisir selatan

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Upaya pemulihan ekosistem p...
Ekonomi
Kobexindo Perkuat Jajaran P...
Daerah
Operasi celah bibir dan lan...

Kirab Gamelan Sekaten di Solo

2 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Kirab Gamelan Sekaten di Solo
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.