Tekan Biaya dan Dongkrak Produksi, Pemkab Kulon Progo Dorong Optimalisasi Alsintan.
📅 Senin, 05 Okt 2026, 20:43 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, minta petani di wilayahnya untuk mengoptimalkan penggunaan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna menghemat biaya operasional sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengatakan, alsintan yang bersumber dari APBN tersebut merupakan bantuan untuk kelompok tani, sehingga dilarang keras untuk disimpan, dialihkan, atau dimanfaatkan demi kepentingan pribadi.
"Yang paling penting adalah alat-alat ini diturunkan untuk semaksimal mungkin digunakan untuk kepentingan peningkatan produksi pertanian. Bantuan ini adalah untuk digunakan, bukan hanya untuk disimpan," kata Agung Setyawan saat menghadiri penyerahan alsintan di Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo di Kulon Progo, Senin.
Ia menambahkan, penggunaan alsintan harus disesuaikan dengan kondisi dan luasan lahan agar beroperasi secara optimal. Jika terdapat kapasitas alat yang belum sesuai dengan kondisi lahan penerima, Dinas Pertanian dan Pangan diminta segera mencari solusi agar unit tersebut tetap memberikan manfaat nyata.
Selain efisiensi waktu dan biaya, Pemkab Kulon Progo berharap pemanfaatan teknologi pertanian ini mampu memperkuat ekosistem pertanian daerah.
"Kami mendorong petani tidak hanya fokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan pasar guna meningkatkan nilai ekonomi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Heni Hernawati mencatat hingga September 2026 pihaknya telah menyalurkan 109 unit alsintan senilai Rp10,4 miliar APBN kepada 96 penerima manfaat.
"Pada penyerahan tahap keempat tahun 2026 ini, ada 42 unit alsintan yang disalurkan kepada 42 kelompok tani dan gapoktan di 11 kapanewon," ujar Heni.
Bantuan yang diserahkan meliputi traktor roda empat, traktor roda dua rotary dan singkal, combine harvester, rice transplanter, power thresher, hingga pompa air. Penyerahan secara simbolis diikuti oleh 29 perwakilan kelompok tani dan gapoktan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, tenaga ahli Titiek Soeharto, serta jajaran penyuluh pertanian setempat.
Salah satu penerima bantuan dari Gapoktan Glagah Sari, Sudarman, mengapresiasi bantuan unit combine harvester yang dialokasikan untuk mengolah sekitar 128 hektare lahan sawah di wilayahnya.
"Alhamdulillah, pemerintah memenuhi kebutuhan yang kami ajukan. Dengan anggota 15 kelompok tani, bantuan ini insyaAllah bisa kami fungsikan dengan baik," kata Sudarman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!