Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulam Kapalo Samek Go Internasional, Dibawa Dekranasda Padang Pariaman ke Belgia.

📅 Senin, 05 Okt 2026, 20:47 WIB | Oleh:
Sulam Kapalo Samek Go Internasional, Dibawa Dekranasda Padang Pariaman ke Belgia. Doc: Antara Foto
Ket. Perajin sedang menyulam Sulam Kapalo Samek pada ICWB 2026 yang diselenggarakan di Belgia.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mempromosikan Sulam Kapalo Samek sebagai salah satu warisan kriya daerah pada ajang Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Belgia.

“Partisipasi dalam kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan keunikan kerajinan khas Padang Pariaman kepada masyarakat internasional sekaligus membuka peluang pengembangan dan pemasaran produk kriya daerah ke pasar yang lebih luas,” kata Ketua Dekranasda Padang Pariaman Ny. Nita Christanti Azis di Parik Malintang, Senin.

Ia mengatakan keikutsertaan Sulam Kapalo Samek di Belgia merupakan undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia Brussels. Hal tersebut menjadi kesempatan berharga bagi daerah itu karena dapat memperkenalkan identitas budaya Padang Pariaman sekaligus membuka peluang pasar baru bagi para perajin.

"Kami berharap momentum ini membuka semakin banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk berkembang,” ujarnya.

Menurut dia, kekuatan Sulam Kapalo Samek tidak hanya terletak pada keindahan motif dan teknik pengerjaannya tetapi juga pada nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Ia mengemukakan setiap helai benang dan motif yang dikerjakan para perajin merupakan bagian dari pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.

Oleh karena itu, lanjutnya upaya membawa Sulam Kapalo Samek ke panggung internasional juga merupakan bagian dari menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

Ia menyatakan Dekranasda Padang Pariaman berkolaborasi dengan desainer tingkat nasional untuk mengembangkan motif sulaman tradisional yang dimiliki daerah itu.

Menurut dia, dengan pendekatan desain yang tepat, Sulam Kapalo Samek dapat dihadirkan dalam berbagai bentuk busana yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi lebih tinggi.

Ia menjelaskan sejumlah model baju kurung dengan sentuhan Sulam Kapalo Samek diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Desain yang berbeda-beda disiapkan untuk menyesuaikan dengan karakter dan selera pasar tanpa menghilangkan identitas khas sulaman Padang Pariaman.

ICWB 2026 diselenggarakan oleh Native Indonesia yaitu gerakan diaspora yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia sekaligus mendorong UMKM Indonesia agar mampu berkembang dan dikenal di tingkat internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
HUT TNI ke-81 di Yahukimo B...

Jerman Guyur Ukraina Bantuan 1 Miliar Euro

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Jerman Guyur Ukraina Bantua...
Advertisement
Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.