Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Udara Ambon Dipenuhi Asap, Dinkes Imbau Lansia dan Penderita Asma Kurangi Aktivitas di Luar.

📅 Senin, 05 Okt 2026, 21:10 WIB | Oleh:
Udara Ambon Dipenuhi Asap, Dinkes Imbau Lansia dan Penderita Asma Kurangi Aktivitas di Luar. Doc: Antara Foto
Ket. Kabut asap menyelimuti udara Kota Ambon.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku, meminta warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) agar mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul kondisi udara yang dipenuhi asap.

“Kelompok rentan perlu membatasi paparan asap untuk mencegah munculnya gangguan pernapasan. Kita mengharapkan masyarakat menjaga kesehatan dengan tidak keluar rumah, seperti yang punya riwayat penyakit asma atau ISPA serta lansia menghindari untuk keluar rumah. Kalau pun keluar agar menggunakan masker,” kata Sekretaris Dinkes Kota Ambon Yakobus Lewier, di Ambon, Senin.

Ia mengatakan, Dinkes Kota Ambon juga meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama pada kondisi udara yang dipenuhi asap.

“Kita meminta masyarakat menggunakan masker jika di luar ruangan,” ujarnya.

Menurut Yakobus, pihaknya terus memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui kunjungan pasien ke sejumlah puskesmas. Hingga beberapa bulan terakhir, belum terlihat peningkatan signifikan kasus yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.

“Kita pantau dari kunjungan pasien ke puskesmas beberapa bulan ini memang belum ada peningkatan yang signifikan untuk kasus yang berhubungan dengan pernapasan, tapi kita tetap pantau,” katanya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala sesak napas agar segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

“Kita mengimbau kalau ada gejala sesak pernapasan segera periksa diri ke puskesmas terdekat,” ujar Yakobus.

Selain imbauan penggunaan masker, Dinkes Kota Ambon sedang menghitung ketersediaan masker untuk kemungkinan dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan dampak paparan asap.

“Kita sedang menghitung stok masker, rencananya kita akan membagi kepada masyarakat di jalan, sebagai salah satu imbauan dengan memakai masker di luar ruangan dengan kondisi udara yang penuh dengan asap,” katanya.

Yakobus menjelaskan, setelah pandemi COVID-19, stok masker Dinkes tidak lagi tersedia dalam jumlah besar dan saat ini lebih banyak diperuntukkan bagi fasilitas kesehatan. Karena itu, pihaknya masih berkoordinasi dengan instalasi farmasi terkait kemungkinan pembagian masker kepada masyarakat.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah serta mengurangi aktivitas pembakaran sampah di pekarangan yang dapat menambah konsentrasi asap di udara.

“Menjaga kebersihan di dalam rumah dan kurangi membakar sampah di pekarangan agar tidak menimbulkan asap tambah banyak karena saat ini kebakaran hutan dan lahan terjadi di mana-mana,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.