BMKG Deteksi 12 Titik Panas di Maluku, Potensi Asap Sedang 3 Hari ke Depan.
📅 Senin, 05 Okt 2026, 21:06 WIB | Oleh: Yebdi TrismarBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Maluku pada 3 Oktober 2026 dan memperkirakan potensi asap dengan kategori sedang dalam tiga hari ke depan.
“Panas tersebut terdeteksi di sejumlah wilayah Maluku, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Buru Selatan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon Kamari, di Ambon, Senin.
Selain titik panas, BMKG juga mengamati adanya asap tipis hingga sedang yang menyelimuti langit Maluku selama sepekan terakhir dengan jarak pandang berkisar 5 hingga 9 kilometer.
Pada 3 Oktober 2026, asap cukup tebal teramati pada pagi hari di Kota Ambon, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, Buru Selatan, dan wilayah sekitarnya dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer.
Berdasarkan arah angin yang bertiup dari timur hingga barat laut serta pantauan satelit Himawari-9 SM, sebaran asap yang masuk ke wilayah Maluku diprakirakan berasal dari Papua dan sebagian kecil dari Pulau Buru serta Pulau Seram.
BMKG memprakirakan potensi asap dengan kategori sedang dalam tiga hari ke depan di Kota Ambon, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar bagian utara.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih.
Masyarakat juga diminta menutup jendela apabila kondisi asap terasa pekat. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengingatkan pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan untuk mewaspadai kemungkinan penurunan jarak pandang secara signifikan akibat sebaran asap.
“Masyarakat diimbau terus memperbarui informasi cuaca dan kondisi asap melalui BMKG serta instansi terkait sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!