Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yellen: AS dan Tiongkok Harus Melakukan Pembicaraan Alot

📅 Senin, 08 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Yellen: AS dan Tiongkok Harus Melakukan Pembicaraan Alot Doc: AFP/MANDEL NGAN/GETTY IMAGES
Ket. Janet Yellen, Menkeu AS

BEIJING - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Janet Yellen, pada Minggu (7/4), mengatakan kepada Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, bahwa kemampuan untuk melakukan pembicaraan yang alot telah menempatkan kedua negara adidaya ekonomi tersebut pada "pijakan yang lebih stabil" selama setahun terakhir.

Dikutip dari The Straits Times, ketika mereka memulai pertemuan di Beijing, Li menjawab kedua negara perlu saling menghormati dan harus menjadi mitra, bukan musuh, dan menambahkan kemajuan konstruktif telah dicapai selama kunjungan Yellen.

Yellen mengatakan Washington dan Beijing memiliki "kewajiban" untuk mengelola hubungan yang kompleks ini secara bertanggung jawab, ketika ia menyampaikan tuntutannya untuk mengekang kelebihan kapasitas pabrik Tiongkok kepada para pemimpin Tiongkok. "Meskipun masih banyak yang harus kita lakukan, saya yakin, selama setahun terakhir, kita telah menempatkan hubungan bilateral kita pada pijakan yang lebih stabil," katanya.

Ini tidak berarti mengabaikan perbedaan-perbedaan kita atau menghindari pembicaraan yang sulit. Hal ini berarti pemahaman kita hanya dapat mencapai kemajuan jika kita berkomunikasi secara langsung dan terbuka satu sama lain.

Yellen telah menjadikan ancaman kelebihan produksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), panel surya, dan produk energi ramah lingkungan lainnya di Tiongkok kepada produsen di AS dan negara-negara lain sebagai fokus kunjungannya yang kedua ke Tiongkok dalam sembilan bulan.

Perbedaan Pendapat

Dia mengunjungi Beijing pada bulan Juli 2023 untuk mencoba menormalisasi hubungan ekonomi bilateral setelah periode ketegangan yang meningkat yang disebabkan oleh perbedaan pendapat mengenai berbagai masalah mulai dari Taiwan hingga asal usul Covid-19 dan perselisihan perdagangan.

Sebagai tanda lebih lanjut dari stabilnya hubungan, Presiden AS, Joe Biden, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, berusaha untuk mengelola ketegangan di Laut Tiongkok Selatan dalam percakapan telepon selama hampir dua jam pada tanggal 2 April, yang merupakan pembicaraan langsung pertama mereka sejak pertemuan puncak pada bulan November 2023.

Para pejabat militer AS dan Tiongkok bertemu dengan rekan-rekan Tiongkok mereka, minggu lalu, dalam serangkaian pertemuan langka di Hawaii yang berfokus pada keselamatan operasional dan profesionalisme.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.