Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cara Pemerintah Distrik di Papua Olah Pangan Lokal Jadi Makanan Penderita Stunting

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 09:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cara Pemerintah Distrik di Papua Olah Pangan Lokal Jadi Makanan Penderita Stunting Doc: (ANTARA/Paulus Pulo
Ket. Kepala distrik Kokoda Utara Leonardo Tabakore saat ditemui Minggu.

TEMINABUAN - Pemerintah Distrik (Pemdis) Kokoda Utara, Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya, menggunakan bahan lokal dari pucuk daun sagu yang telah diolah dan dimasak menjadi bubur untuk diberikan kepada anak penderita stunting di wilayah tersebut.

Kepala distrik Kokoda Utara Leonardo Tabakore di Teminabuan, Minggu (17/3), mengatakan selama ini bantuan asupan makanan dari distrik memang sangat kurang dan bahkan tidak ada, namun pihaknya bersama petugas medis mengolah pangan lokal, yakni pucuk daun sagu yang telah diolah untuk dimasak menjadi bubur dan diberikan kepada anak penderita stunting.

"Saya sangat mengapresiasi para petugas medis yang mengabdi di Kokoda Utara, karena telah bekerja keras untuk menurunkan angka stunting yang pada tahun 2022 lalu penderita stunting di wilayah itu mencapai 80 kasus, namun pada tahun 2023 penderita stunting tinggal 40 kasus," kata Tabakore.

Ia melanjutkan, penderita stunting tersebut tersebar di tujuh kampung, dari jumlah 16 kampung dengan jumlah penduduk berkisaran antara 2.000 hingga 3.000 penduduk.

"Selain menggunakan sagu dalam memberikan makanan tambahan kepada anak penderita stunting, makanan lokal lainnya adalah ikan, serta siput yang memiliki zat gizi yang cukup tinggi," ujar Tabakore.

Ia mengatakan, masih terdapat sejumlah keterbatasan fasilitas sehingga dalam menangani penderita stunting yang tersebar di tujuh kampung itu butuh waktu yang cukup untuk bisa melayani semua.

Sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten maka, tentu semua keluhan atau persoalan yang terjadi di tengah masyarakat sedapat mungkin bisa diselesaikan dengan baik, agar tidak menimbulkan gejolak dan persoalan di tengah masyarakat.

"Situasi setelah pemilu memang sedikit terjadi persoalan namun sudah bisa diselesaikan di tingkat distrik. Hal itu menjadi tanggungjawab pemerintah tingkat distrik agar situasi tidak mengganggu aktivitas masyarakat," ungkap Tabakore.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.