Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lumbung Pangan untuk Kelola Panenan

📅 Rabu, 28 Feb 2024, 04:00 WIB | Oleh:
Lumbung Pangan untuk Kelola Panenan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Awal musim panen padi di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

BEKASI - Lumbung pangan akan dimanfaatkan Pemkab Bekasi untuk mengelola hasil panen petani. Ini dianggap sebagai langkah strategis pemkab Bekasi dalam program food estate.

Pelaksana tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, menjelaskan konsepfood estatesudah melalui proses kajian sebagai bagian dari strategi pengelolaan hasil panen petani. "Rencana pengelolaan hasil panen telah dikaji, meskipun masih perlu penyempurnaan," katanya di Cikarang, Selasa.

Dia menuturkan, pemkab Bekasi berencana menuju konsep lumbung padi. Namun, masih membutuhkan kajian lebih lanjut sebagai dasar perencanaan yang terarah. "Rencana pemerintah sudah akan mengarah ke arahfood estate. Hanya, butuh kajian sebagai dasar pijakan. Dengan begitu, dalam perencanaan dapat terarah dan bisa memajukan perekonomian bagi para petani Kabupaten Bekasi," tutur Agus.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum, menyatakan konsep lumbung pangan dinilai mampu memaksimalkan hasil panen sekaligus meningkatkan keseahteraan para petani. Nayu Kalsum mengungkapkan wilayah Kabupaten Bekasi sepanjang 2023 mampu menghasilkan panen mencapai 500 ribu ton gabah dari sawah eksisting seluas 48 ribu hektare.

Petani masih mampu menghasilkan panen signifikan meski kerap terkendala faktor cuaca yang tidak menentu, bahkan sebagian hasil panen mereka juga didistribusikan ke luar daerah. Berdasarkan pendataan, dari total eksisting 500 ribuan ton hasil panen. Beberapa hasil panen sawah memang tidak hanya untuk warga Kabupaten Bekasi, melainkan juga untuk luar daerah. Ini berbeda nanti kalau konsep lumbung padi mulai diterapkan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Himawan Abror, mendorong pemerintah daerah mengambil langkah strategis dengan membeli dan mengelola hasil panen. Kondisi saat ini harga beras begitu tinggi. Seharusnya bisa menjadi evaluasi dan menjadikan program kerja pemerintah. Salah satunya membeli dan mengelola hasil panen. Ketika sudah jadi beras bisa disebar dengan harga terendah kepada masyarakat di Kabupaten Bekasi.

Selain memberikan bantuan saat harga beras tinggi, langkah ini diharapkan menjadi faktor kunci menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bekasi. Dia memberikan dukungan dari aspek regulasi agar konsep lumbung padi berjalan optimal. "Kebetulan sektor pertanian menjadi mitra Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi. Ke depan kami melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Pertanian," tandas Himawan.

Beras SPHP

Sementara itu, Perum Bulog Karawang menyebar beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP)) tiap haria. Kegiatan ini terjadwal hingga menjelang Lebaran untuk menstabilkan harga.

Kepala Perum Bulog Karawang, Umar Said, mengatakan telah menggelontorkan komoditas pangan murah melalui program Bulog Siaga. Tujuannya, menyikapi perkembangan harga beras. Hal itu sudah digulirkan sepekan lalu.

"Melalui program ini, kami terjun langsung ke masyarakat Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Ini memang wilayah tanggung jawab Bulog Karawang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.