Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Turut Andil dalam Kemerosotan Harga Nikel Dunia

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 00:49 WIB | Oleh:
Tiongkok Turut Andil dalam Kemerosotan Harga Nikel Dunia Doc: Istimewa
Ket. Investasi besar-besaran Tiongkok dalam pasokan baru saat ini, telah menciptakan kelebihan pasar dan menurunkan harga dari 50 ribu dolar AS menjadi 16 ribu dolar AS.

PERTH - Industri nikel Australia telah mendapat akses terhadap pendanaan federal senilai miliaran dolar serta keringanan pembayaran royalti setelah jatuhnya harga nikel global yang mengancam ribuan lapangan kerja.

Pada Kamis (15/2), Broken Hill Proprietary Company Limited (BHP) menurunkan nilai divisi nikel Australia Barat, Nickel West, menjadi nol dan mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menempatkan seluruh divisi tersebut ke dalam "masa perawatan dan pemeliharaan."

Nikel adalah logam penting untuk produksi baja tahan karat, paduan, pelapisan listrik, dan baterai yang digunakan pada kendaraan listrik.

Harga global telah turun dari level tertinggi sebesar 50 ribu dolar AS pada tahun 2022, menjadi 16 ribu dolar AS pada hari Senin sebagai respons terhadap peningkatan besar pasokan dari Indonesia, yang sebagian besar berasal dari tambang yang dimiliki dan dioperasikan oleh Tiongkok.

"Indonesia telah mmebanjiri pangsa pasar nikel global lebih dari sepuluh kali lipat," kata Perdana Menteri Anthony Albanese, menjelang rapat Kabinet di Perth, Senin (19/2).

Jumat lalu, pemerintahnya menambahkan nikel ke dalam Daftar Mineral Kritis resmi, sehingga memberikan akses terhadap hibah di bawah Fasilitas Mineral Kritis senilai 2,6 miliar dolar AS .

Dan kemudian pada hari Sabtu, Perdana Menteri Australia Barat memberikan potongan sementara royalti sebesar 50 persen kepada para penambang untuk 18 bulan ke depan setiap kali harga berada di bawah 20.000 dolar AS per ton.

Litium, kobalt, nikel, dan grafit diperlukan untuk baterai dan disebut-sebut oleh Bendahara Jim Chalmers sebagai hal yang penting untuk mendukung teknologi energi ramah lingkungan di masa depan.

Australia dan Indonesia memiliki cadangan Nikel terbesar di dunia, masing-masing berjumlah sekitar 21 juta ton.

Namun Tiongkok sejauh ini merupakan pelanggan terbesar, menyumbang 35 persen dari nikel yang diproses di seluruh dunia ditambah sekitar 15 persen lainnya yang diproses di Indonesia.

Tiongkok juga menyumbang sekitar 80 persen logam tanah jarang yang diproses di seluruh dunia, 90 persen litium, 70 persen galium, dan 70 persen germanium.

Biaya pemrosesan yang sangat rendah dan pasar tenaga kerja yang kompetitif memberikan keunggulan yang hampir tidak dapat disangkal, mengubah pemasok menjadi pengambil harga dibandingkan pembuat harga.

Tiongkok membantu mendanai kelebihan pasokan

Jadi, apa yang salah dengan Australia? Untuk membantu menjaga harga tetap rendah, Tiongkok berinvestasi pada pertambangan di Indonesia, sehingga meningkatkan produksinya secara signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.