Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO-EU perkuat sistem ketahanan kesehatan Indonesia hadapi pandemi

3 Selasa, 20 Feb 2024, 16:17 WIB | Oleh:
WHO-EU perkuat sistem ketahanan kesehatan Indonesia hadapi pandemi WHO-EU perkuat sistem ketahanan kesehatan Indonesia hadapi pandemi Doc: ANTARA/HO-WHO
Ket. Peserta pelatihan surveilans kesehatan lingkungan dari Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri (PKKLI) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) mencoba mengukur kualitas air melalui program kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan European Union (EU) mengumumkan kerja sama untuk memperkuat sistem ketahanan kesehatan Indonesia untuk menghadapi pandemi COVID-19 di masa mendatang.

Perwakilan WHO untuk Indonesia, N. Paranietharan, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan fokus kerja sama tersebut berupa pembangunan ketahanan sistem kesehatan dan peningkatan akses layanan kesehatan esensial.

"Krisis COVID-19 menunjukkan banyak pelajaran, tetapi tidak ada pelajaran yang lebih penting daripada dibutuhkannya solidaritas antarnegara dan mitra dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan serta memperkuat kesiapan dan kapasitas respons kedaruratan," katanya.

Ia mengatakan EU telah mendukung pendanaan bagi delapan negara ASEAN, termasuk Indonesia, dalam merespons krisis COVID-19 melalui program 'Southeast Asia Health Pandemic Response and Preparedness' yang berjalan selama tiga tahun terakhir.

Inisiatif ini mendukung WHO dan Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan meminimalisasi gangguan pada layanan-layanan kesehatan esensial di negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia ini, dengan berfokus pada kelompok-kelompok rentan dan termarginalkan.

Selain mendukung penguatan sistem kesehatan, kata Paranietharan, inisiatif ini berperan penting dalam membangun mekanisme lintas pemangku kepentingan seperti kajian intra-tindakan, yang menggabungkan sejumlah kementerian utama, lembaga akademik, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat strategi kesiapan dan respons pandemi Indonesia.



Kolaborasi itu juga memastikan kesesuaian dengan praktik terbaik internasional, dan mempromosikan tindakan kesehatan bersama seluruh pemerintah dan seluruh masyarakat.

Inisiatif ini juga membantu pembentukan sistem pengelolaan informasi laboratorium serta memastikan bahwa lebih dari 1.000 laboratorium di Indonesia memiliki kapasitas untuk menjalankan tes PCR dan sekuensing genom, yang masih merupakan prioritas penting, kata Paranietharan menambahkan.

Inisiatif tersebut memberdayakan lebih dari 900 tenaga kesehatan di seluruh Indonesia untuk mempertahankan akses layanan-layanan kesehatan esensial berkualitas di rumah sakit dan puskesmas, termasuk tatalaksana kasus COVID-19, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, telemedisin, surveilans kesehatan lingkungan, dan layanan kesehatan darurat.

Duta Besar EU untuk Indonesia, Denis Chaibi, mengatakan pendanaan dari European Union memperjelas komitmen untuk memperkuat pencegahan, kesiapan, dan respons pandemi serta memberikan hasil-hasil nyata di lapangan.

"Pendanaan dari European Union memperjelas komitmennya untuk memperkuat pencegahan, kesiapan, dan respons pandemi serta memberikan hasil-hasil nyata di lapangan," katanya.

Kemitraan selama bertahun-tahun antara WHO dan EU ini sejalan dengan agenda transformasi kesehatan Indonesia, yang diluncurkan pada 2022 untuk memberikan manfaat jangka panjang, dengan membantu bersiap dan mencegah krisis-krisis kesehatan seperti wabah COVID-19, flu, dan penyakit saluran pernapasan lain yang sedang terjadi.

WHO juga berkomitmen kepada Pemerintah Indonesia untuk memperkuat jejaring laboratorium Indonesia, meningkatkan surveilans, dan mengintensifikasi koordinasi antarsektor.

Upaya ini sekaligus melengkapi pelayanan kesehatan primer, mengatasi penyakit tidak menular, serta mengendalikan resistansi antimikroba, di samping mengatasi tantangan lintas sektor seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan inklusi disabilitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.