Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buka Minerba Convex 2026, Bahlil: Setop Ekspor SDA Lewat Negara Transit, Kirim Langsung ke Tujuan

3 Selasa, 03 Nov 2026, 09:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Buka Minerba Convex 2026, Bahlil: Setop Ekspor SDA Lewat Negara Transit, Kirim Langsung ke Tujuan Buka Minerba Convex 2026, Bahlil: Setop Ekspor SDA Lewat Negara Transit, Kirim Langsung ke Tujuan Doc: istimewa
Ket. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) memerintahkan agar ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia dikirim langsung ke negara tujuan akhir, tanpa singgah di negara perantara. Perintah tersebut disampaikannya saat membuka Mineral dan Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan agar ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia dikirim langsung ke negara tujuan akhir, tanpa singgah di negara perantara.

Perintah tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Mineral dan Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11).

"Pak Dirjen, saya perintahkan jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Langsung saja," tegas Bahlil di hadapan pimpinan perusahaan, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri pertambangan.

Bahlil mencontohkan pengiriman komoditas seperti gas (LNG) maupun hasil tambang ke negara seperti China, Jepang, atau Korea harus dikirim langsung dari Indonesia. Ia menyoroti praktik transit yang membuat komoditas dicap sebagai ekspor negara lain.

"Indonesia ini negara berdaulat, bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapa pun, tidak boleh!" ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bahlil mengingatkan agar pemanfaatan SDA tidak dilakukan secara berlebihan. Pengelolaan harus dengan tata kelola yang baik dan bertanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand) di pasar global, seperti pada komoditas batu bara dan nikel. Menurutnya, produksi yang membabi buta tanpa kontrol justru dapat menjatuhkan harga di pasar internasional, yang merugikan pendapatan negara dan profit perusahaan dalam jangka panjang.

"Pengelolaan sektor pertambangan harus dilakukan secara bijaksana demi menjamin kelangsungan hidup serta ketersediaan cadangan bagi generasi mendatang," kata Bahlil.

*Minerba Convex 2026*

Minerba Convex 2026 berlangsung pada 2-3 November 2026 dengan tema "Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat". Penyelenggara memperkirakan jumlah pengunjung dan peserta lebih dari 17.000 orang.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyebut Minerba Convex sebagai wahana yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, asosiasi, dan masyarakat dalam satu ruang pembelajaran tentang peran sektor pertambangan bagi pembangunan nasional.

"Saya berharap kegiatan business matching, forum bisnis, dan dialog eksekutif dapat mempertemukan pemilik proyek dengan mitra investasi, penyedia teknologi, dan pelaku usaha nasional," ujar Tri.

Ajang ini juga menghadirkan Coaching Clinic yang menyediakan konsultasi dan pendampingan bagi badan usaha dalam menyusun dan mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta Apresiasi Minerba bagi badan usaha dengan kinerja dan kontribusi positif.

Untuk masyarakat umum, khususnya generasi muda, panitia menyiapkan Experience Zone dan Kids' Mining Adventure. Melalui rangkaian tersebut, Minerba Convex 2026 diharapkan mendekatkan dunia pertambangan kepada publik sekaligus mendorong kerja sama yang dapat ditindaklanjuti di subsektor mineral dan batu bara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Masih Rentan - 3 November 2026

1 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 3 Nov...
Megapolitan
Prioritaskan Persija, Pramo...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.