Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Punt, Negara Mitra Dagang yang Masih Misterius

📅 Senin, 12 Feb 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Terdapat bukti bahwa awak kapal Mesir akan membongkar perahu mereka, membawanya melalui darat ke Laut Merah, dan kemudian mereka menuju Punt. Walaupun gambaran ini mendukung penafsiran mengenai Eritrea, bukti-bukti lain lebih mendukung Somalia barat laut.

Ekspedisi

Meskipun kedua negara memiliki sejarah panjang dalam perdagangan, ekspedisi Hatshepsut pada 1493 SM mempunyai arti penting. Hal ini mungkin terjadi karena transaksi ini lebih besar dibandingkan transaksi lainnya. Namun bukti menunjukkan bahwa jalan menuju Punt telah hilang dan Hatshepsut diarahkan oleh para dewa untuk membangun kembali hubungan tersebut. Wilson menjelaskan bagaimana pelayaran tersebut pertama kali dilakukan oleh Hatshepsut, berdasarkan relief di pelipisnya.

Raja Hatshepsut kemudian memerintahkan agar kehendak dewa terlaksana dan lima kapal dilengkapi untuk perjalanan sementara barang dikumpulkan untuk diperdagangkan. Sejarawan Barbara Watterson dalam buku The Egyptians (1997) menggambarkan perjalanan tersebut berdasarkan prasasti dari masa pemerintahan Hatshepsut.

"Lima kapal berangkat dari pelabuhan di Laut Merah (mungkin Quseir) untuk melakukan perjalanan ke selatan menuju Suakin, tempat ekspedisi tersebut turun. Pelayaran tersebut memakan waktu antara 20 dan 25 hari, menempuh jarak rata-rata sekitar 50 kilometer per hari, dengan kapal-kapal berada di dekat pantai daripada mengambil risiko perairan dalam yang berbahaya di Laut Merah. Dari Suakin, jalur menuju Punt melalui jalur darat melewati perbukitan Laut Merah."

Gambaran mengenai perjalanan darat ke Punt setelah perjalanan menyusuri Laut Merah dapat menjadi argumen bagi Eritrea atau Somalia, namun, sekali lagi, harus dipertimbangkan bersama dengan bukti-bukti lainnya. Dimanapun lokasi tepatnya di dekat Tanduk Afrika, tempat ini sangat dihormati dan cukup berbeda dari Mesir sehingga menimbulkan misteri. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.