Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKP Mataram Data Tujuh Perahu Nelayan yang Rusak Akibat Abrasi

📅 Kamis, 01 Feb 2024, 17:20 WIB | Oleh:
DKP Mataram Data Tujuh Perahu Nelayan yang Rusak Akibat Abrasi Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. kondisi areal Pantai Loang Baloq Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan pendataan terhadap tujuh perahu nelayan di Pantai Ampenan yang terindikasi rusak akibat abrasi pantai akhir pekan lalu.

Kepala DKP Kota Mataram Irwan Harimansyah di Mataram, Kamis, mengatakan dari hasil pendataan kerusakan tujuh perahu nelayan itu dipicu gesekan antar-perahu di areal parkir sempadan pantai.

"Perahu yang parkir di sempadan pantai tidak satu dua tapi jumlahnya belasan, sehingga ketika abrasi perahu saling tabrak dan ada bagian-bagian perahu yang patah," katanya.

Hal itu disampaikan menyikapi pernyataan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram yang menyebutkan akibat abrasi pantai pada Sabtu malam (27/1) sebanyak tujuh perahu nelayan mengalami kerusakan, dua diantaranya rusak berat.

Hanya saja setelah dilakukan pendataan, pihaknya belum dapat memastikan apakah perahu-perahu nelayan itu akan diberikan bantuan untuk intervensi lebih lanjut atau tidak sebab tidak ada anggaran yang tersedia.

"Prinsipnya setelah kami data, kami akan coba usulkan bantuan," katanya.

Sementara untuk menghindari hal serupa, kata dia, salah satu solusi yang diberikan ke nelayan agarmencari tempat parkir perahu yang lebih representatif ketika musim angin barat.

"Dengan demikian berbagai potensi dampak bencana yang bisa memicu kerusakan perahu bisa diminimalisir," katanya.

Lebih jauh Irwan mengatakan perubahan cuaca yang terjadi saat ini memang susah diprediksi karena biasanya mulai bulan November-Maret setiap tahunnya terjadi cuaca ekstrem.

Namun untuk tahun ini, menurutnya, terjadi perubahan dan cuaca saat ini tidak seekstrem tahun-tahun sebelumnya.

"Kemungkinan musim angin barat tahun ini terjadi pergeseran. Meski demikian kita harus tetap waspada. Seperti abrasi kemarin, padahal cuaca di tengah kota tenang, tapi di pesisir pantai terjadi gelombang tinggi," katanya.

Terkait dengan itu pihaknya melalui tim penyuluh terus memberikan imbauan kepada nelayan agar tetap waspada ketika hendak melaut.

"Meskipun di darat cuaca terlihat tenang, tapi di laut belum tentu cuacanya sama," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

15 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

21 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.