Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Berharap Pemerintah Tangani Tebing Sungai Klawing yang Longsor

📅 Senin, 22 Jan 2024, 16:46 WIB | Oleh:
Warga Berharap Pemerintah Tangani Tebing Sungai Klawing yang Longsor Doc: ANTARA/Dokumentasi Herling Harris Nie
Ket. Tebing Sungai Klawing di Kelurahan Bancar, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, setelah longsor pada tahun 2022 dan 11 Desember 2023.

PURBALINGGA - Warga Kelurahan Bancar??????yang bermukim di bantaran Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, berharap pemerintah segera menangani tebing sungai yang longsor.

Pada Senin, Herling Harris Nie?????, warga di lingkungan RT 01 RW 01 Kelurahan Bancar, mengatakan bahwa tebing Sungai Klawinglongsor pada 2022 dan longsor lagi pada 11 Desember 2023.

Menurut dia, ada sekitar 20 rumah warga yang terdampak longsoran tebing sungai dan tujuh sampai delapan rumah warga di atasnya yang terancam terdampak tebing longsor.

Ia juga mengatakan bahwaada beberapa rumah yang tanah di bagian belakangnyahilang sampai sepanjang 20 meter karena longsor.

Setelah kejadian longsor pertama, menurut dia, ada sejumlah pejabat pemerintah yang meninjau lokasi longsor dan warga mendapat informasi bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menyampaikan masalah ituke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) di Yogyakarta.

"Akan tetapi hingga kejadian kedua pada bulan Desember kemarin, yang memperparah longsoran, proyek ini belum direalisasi," kataHarris, yang telah bermukim di bantaran Sungai Klawingsejak tahun 1996.

Menurut dia, pejabat BBWSSO datang ke lokasi longsor setelah kejadian yang kedua dan menginformasikan bahwa penanganan longsor akan diambil alih oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ia mengatakan bahwa pejabat instansi pemerintah berjanji akan mengajak warga untuk membahas penanganan longsor di Sungai Klawing.

"Dua minggu lalu kami mendapat kabar dari pengurus RT dan pemerintah kecamatan bahwa untuk penanganan sementara akan dibuatkan sudetan dan beberapa bronjong batu untuk mengalihkan arus agar jangan sampai ke tebing sisi selatan," katanya.

Menurut dia, pembuatan sudetan dan pemasangan bronjongjanjinya dilaksanakan mulai 15 Januari 2024, tetapi sampai sekarang belum juga direalisasikan.

Padahal, kata dia, Ketua RT 01 sudah diajak untuk menyosialisasikan rencana pembuatan sudetan kepada penambang pasir tradisional yang berada di sebelah utara sungai.

"Namun, sampai sekarang belum terealisasi. Padahal saat sekarang kondisinya sangat parah, karena ada yang jaraknya dari trotoar ke belakang (bibir tebing sungai) hanya tersisa sekitar 12 meter," katanya.

Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan BancarPawit mengatakan bahwa ada setidaknya 20 rumah warga yang terdampak longsoran tebing Sungai Klawingdan semuanya dalam kondisiparah.

"Kami memohon masalah longsor ini cepat-cepat ditangani oleh pemerintah," katanya.

Yani Poniarti, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Bancar, halaman belakang rumahnya hilang karena tebing sungai di belakang rumahnya longsor pada 11 Desember 2023.

"Kami sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Priyo Satmoko menyampaikan bahwa penanganan longsordi bantaran Sungai Klawing, Kelurahan Bancar, merupakan kewenangan BBWSSO.

Menurut dia, BPBD telah berkoordinasi dengan BBWSSOuntuk mengupayakan penanganan segera tebing sungai yang longsor mengingat sudah ada 20 rumah dan satu toko yang terdampak.

"Kami baru saja menerima informasi jika hari ini BBWSSO akan mengirimkan satu unit alat berat untuk menangani longsoran tersebut," katanya.

Menurut informasi yang dia terima, sudetan akan dibuat untuk mengalihkan arus air sungai agar tidak mengenai tebing yang sudah longsor. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.