MU Kontra Liverpool, Laga Tim Terpuruk
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 07:57 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Darren Staples / AFP
LIVERPOOL – Manchester United (MU) dan Liverpool sama-sama tengah terpuruk. Mampukah MU yang loyo bersama Ruben Amorim menghadapi tuan rumah Liverpool di Anfield, Minggu (19/10). MU berharap bisa memperpanjang derita Liverpool yang sudah kalah tiga kali beruntun.
Liverpool sendiri bertekad mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun dengan mengalahkan MU. Meski sempat goyah melawan Crystal Palace, Galatasaray, dan Chelsea, tim asuhan Arne Slot diyakini akan bangkit di hadapan pendukung sendiri menghadapi MU yang terpuruk di bawah asuhan Ruben Amorim.
Setelah tersandung di tiga laga beruntun di semua ajang, Liverpool kini menatap laga klasik kontra Manchester United dengan tekad memulihkan diri. Di Anfield, The Reds masih tampil tangguh: tiga laga kandang tanpa kebobolan. Manchester United datang dalam kondisi pincang dan mental rapuh. MU belum pernah menang tandang sejak Maret lalu saat menundukkan Leicester City yang kini sudah terdegradasi.
Secara statistik, laga ini tampak berat sebelah. MU di bawah Ruben Amorim baru mencatat 27,3 persen kemenangan di Liga Inggris. Ini rekor terburuk dalam sejarah modern klub tersebut. Sementara itu, Liverpool masih memegang keunggulan dari segi kedalaman skuad, gaya main agresif, dan dukungan penuh Anfield yang selalu menjadi energi tambahan.
Meski kalah 1-2 di Stamford Bridge akibat gol penentu Estevao di injury time, performa lini depan Liverpool tetap menjanjikan. Hugo Ekitike tampil impresif dengan tiga gol di Liga Inggris. Sedangkan Mohamed Salah terus menjadi sumber inspirasi dan produktivitas. Rekrutan termahal, Alexander Isak, juga mulai menemukan sentuhan setelah mencetak gol ke gawang Chelsea. Cody Gakpo dan Florian Wirtz menambah variasi serangan, walau Wirtz masih mencari konsistensi sejak datang musim panas lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara pertahanan, Virgil van Dijk memimpin barisan belakang yang solid, meski Ibrahima Konate masih diragukan tampil setelah cedera otot paha saat membela timnas Prancis. Arne Slot menegaskan bahwa perbaikan di area ini menjadi fokus utama setelah timnya kebobolan di menit-menit akhir dalam beberapa laga terakhir.
“Kami tahu harus lebih klinis di kedua kotak penalti. Anfield selalu memberi energi luar biasa. Tim ingin bermain dengan intensitas penuh sejak menit pertama. Kami tidak bisa membiarkan lawan bangkit, terutama tim sebesar Manchester United. Mereka mungkin sedang terpuruk, tapi tetap berbahaya,” ujar Arne Slot.
Slot kini mengandalkan pola 4-2-3-1 yang cair, menekankan transisi cepat serta pressing tinggi. Ryan Gravenberch menjadi poros tengah yang menonjol. Sedangkan full-back kerap naik memberi lebar permainan. Dengan jeda internasional yang baru berlalu, para pemain Liverpool mendapat waktu pemulihan penting untuk mengembalikan ritme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terpuruk
Kedua tim sama-sama tengah terpuruk. Kubu Manchester United tengah berada di persimpangan. Amorim datang dengan reputasi besar dari Sporting Lisbon, namun belum mampu menularkan filosofi permainan yang efektif di Inggris. MU kini tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan hanya 10 poin dari tujuh laga, hasil yang mencerminkan krisis ide dan koordinasi.
Kemenangan 2-0 atas Sunderland sebelum jeda memang memberi sedikit napas, lewat gol Mason Mount dan Benjamin Sesko. Tapi di balik itu, masalah lama masih membayangi: serangan tumpul dan pertahanan rapuh. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!