'Solo Traveling' Makin Diminati Kaum Hawa, Ini Hasil Risetnya
📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 11:46 WIB | Oleh: Tim PenulisPenting juga untuk dicatat bahwa lonjakan perjalanan solo perempuan dari Indonesia ke luar negeri juga mungkin dipengaruhi oleh faktor eksternal. Dampak globalisasi berpotensi memainkan peran penting dalam meningkatnya minat perempuan Indonesia untuk menjelajahi destinasi internasional secara mandiri.
Integrasi global juga telah membawa perubahan dalam persepsi nilai, kebebasan, dan kemandirian perempuan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Semakin terbukanya akses informasi, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan teknologi komunikasi telah memperluas wawasan dan membangkitkan hasrat perempuan untuk meraih pengalaman baru di luar batas negara.
Pengaruh media sosial
Perkembangan media sosial sebagai platform utama untuk berbagi pengalaman perjalanan telah membuka peluang bagi perempuan Indonesia untuk lebih leluasa menjelajahi dunia. Instagram dan media sosial lainnya menjadi pendorong utama untuk memotivasi dan menginspirasi lebih banyak perempuan agar berani melakukan perjalanan solo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui akun Instagram maupun platform lainnya, para influencer berbagi cerita, gambar, dan tips perjalanan yang tak hanya memberikan panduan praktis, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi perempuan lain yang ingin merencanakan dan menjalani perjalanan solo mereka sendiri.
Tak heran, pertumbuhan pengguna Instagram terus bertambah secara pesat, menjadikan Indonesia sebagai pengguna terbesar keempat di dunia.
Perkembangan Instagram juga telah menciptakan figur influencer pelancong solo perempuan seperti Trinity Traveler dan Claudia Kaunang yang memberi pengaruh bagi banyak follower-nya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelajaran yang didapat
Penelitian dan pengelolaan perjalanan solo perlu mempertimbangkan interaksi kompleks antara faktor-faktor di atas untuk memahami dampaknya secara menyeluruh. Makna perjalanan solo bagi perempuan Asia dan bagaimana identitas diri mereka dibentuk dalam ruang publik adalah aspek penting untuk dipertimbangkan.
Perjalanan solo dipengaruhi oleh keinginan untuk menjauh dari rutinitas sehari-hari dan juga oleh dorongan internal yang sangat individual. Ini membuka ruang untuk strategi yang lebih maju dalam mendukung dan memahami kebutuhan beragam pelancong solo. Pendekatan ramah gender membantu merancang pengalaman perjalanan solo yang lebih inklusif dan berkelanjutan, mengakui keunikan setiap perjalanan.
Selain itu, seiring terus berkembangnya perjalanan solo, mengakui dan menyesuaikan diri dengan motivasi yang beragam akan menjadi kunci untuk membina lingkungan yang mendukung dan memenuhi kebutuhan yang berkembang dari pelancong perempuan.![]()
Inayah Hidayati, Peneliti Mobilitas Penduduk di Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!