Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Solo Traveling' Makin Diminati Kaum Hawa, Ini Hasil Risetnya

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Solo Traveling' Makin Diminati Kaum Hawa, Ini Hasil Risetnya Doc: The Conversation/Shutterstock/Jirawatfoto
Ket. Ilustrasi solo traveling.

Inayah Hidayati, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Fenomena perempuan yang melakukan perjalanan solo untuk melancong atau berlibur mengalamai peningkatan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Agen perjalanan di Inggris mencatat bahwa 59% klien perempuan mereka kini lebih sering bepergian sendirian dibandingkan 10 tahun yang lalu.

Hal ini juga terjadi di Asia. Semakin banyak perempuan memilih untuk bepergian sendirian. Perubahan perilaku perjalanan ini menarik untuk dilihat dari berbagai sisi, salah satunya terkait motivasi yang melatarbelakanginya.

Beberapa hasil penelitian di negara maju menunjukkan variasi motivasi perempuan dalam melakukan perjalanan solo. Sebut saja mencari pengalaman unik, bersantai, berinteraksi sosial, peningkatan kepuasan diri hingga pelarian.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Motivasi internal

Temuan awal kajian kami, yang melibatkan wawancara dengan 25 perempuan Indonesia yang melakukan perjalanan solo dengan latar belakang demografi dan sosial-ekonomi beragam, menunjukkan bahwa motivasi mereka sangat bervariasi.

Secara internal, motivasi tersebut meliputi pertumbuhan pribadi dan profesional, keinginan untuk belajar budaya, upaya mencapai kemandirian, hingga sebagai sarana penyembuhan diri. Setiap perjalanan individu bersifat unik, terbentuk oleh kondisi dan aspirasi khusus masing-masing.

Salah satu narasumber, seorang perempuan berumur 49 tahun yang memiliki karier mapan dan baru saja mengalami perceraian, memutuskan untuk memulai perjalanan solo ke luar negeri dengan tujuan menemukan dirinya kembali. Baginya, perjalanan solo memberikan kesempatan untuk sepenuhnya merangkul proses penemuan diri. Melalui eksplorasi ini, dia menemukan kekuatan yang terpendam dalam dirinya sendiri, dan setiap perjalanan dianggap sebagai perayaan kebebasan, ketahanan, serta potensi tak terbatas untuk pengembangan pribadi.

Dalam konteks ini, pengalaman perjalanan solo membawa perasaan otonomi dan pemberdayaan total, yang memungkinkan individu untuk menjalani perjalanan mereka tanpa harus tergantung pada atau bernegosiasi dengan orang lain.

Lain halnya dengan motivasi yang dimiliki oleh perempuan yang masih lajang dan sedang berada di awal kariernya. Hasil wawancara dari beberapa narasumber menunjukkan bahwa motivasi memulai perjalanan solo pada tahap hidup perempuan muda ini berkaitan dengan pengembangan diri dan keinginan untuk mencapai kemandirian. Melalui perjalanan solo, mereka dapat belajar menghadapi tantangan, membuat keputusan, dan mengembangkan rasa mandiri. Kendala keuangan justru menambah tantangan, mendorong mereka untuk mengeksplorasi negara tujuan dengan cara-cara kreatif dan hemat biaya.

Bahkan salah satu perempuan muda berusia 24 tahun yang kami wawancarai menyatakan bahwa motivasinya melakukan perjalanan solo ke Korea Selatan adalah untuk menguji kemampuan berbahasa Korea yang selama ini dia pelajari secara otodidak dengan menonton K-Drama. Tujuannya adalah berinteraksi dengan penduduk setempat, melatih bahasa, dan meningkatkan pemahaman terhadap berbagai nuansa linguistik. Motivasi seperti ini akan menjadi pengalaman yang kaya dan edukatif yang berkontribusi pada pertumbuhan pribadi dan pemahaman lintas budaya bagi para perempuan.

Temuan kami juga menunjukkan bahwa status sebagai istri dan ibu tidak menjadi hambatan bagi perempuan untuk melakukan perjalanan solo. Sebagai contoh, perempuan yang memiliki anak usia remaja masih dapat melakukan perjalanan sendirian ke luar negeri untuk berlibur. Motivasi utama bagi seorang ibu untuk melakukan perjalanan solo adalah usia anak yang sudah bisa ditinggal dan mandiri. Seorang narasumber menyatakan bahwa perjalanan solo merupakan bentuk perhatian terhadap kesehatan mentalnya dan cara untuk tetap terhubung dengan hobi menjelajahi tempat-tempat baru yang sudah dilakukannya sejak sebelum menikah. Dia berpendapat bahwa apa yang dilakukannya merupakan perjalanan transformasional yang menjaga keseimbangan mentalnya.

Motivasi eksternal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.