Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Ajak Tiongkok Mulai Bahas Pengurangan Risiko Senjata Nuklir

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:

Menlu Russia, Sergei Lavrov, mengatakan tidak mungkin membahas pengendalian senjata nuklir dengan AS tanpa mempertimbangkan situasi di Ukraina, dan menuduh Washington mencari dominasi militer.

Lavrov mengatakan Washington telah mengusulkan pemisahan kedua isu tersebut dan melanjutkan perundingan "stabilitas strategis" antara kedua negara, yang sejauh ini memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia.

Namun, ia menyebut usulan tersebut tidak dapat diterima oleh Russia karena dukungan Barat terhadap Ukraina dalam perang yang kini mendekati akhir tahun kedua.

Tidak adanya dialog merupakan hal yang penting karena perjanjian New Start yang membatasi hulu ledak nuklir strategis kedua belah pihak akan berakhir pada bulan Februari 2026. Jika perjanjian ini tidak berlaku lagi, kedua negara tidak akan lagi memiliki perjanjian senjata nuklir yang tersisa pada saat ketegangan di antara mereka sedang memuncak, titik tertinggi sejak krisis rudal Kuba tahun 1962.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.