Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Ajak Tiongkok Mulai Bahas Pengurangan Risiko Senjata Nuklir

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
AS Ajak Tiongkok Mulai Bahas Pengurangan Risiko Senjata Nuklir Doc: AFP/HANDOUT/NATURE COMMUNICATIONS
Ket. AS dan Tiongkok mengadakan pembicaraan pertama mereka mengenai pengendalian senjata nuklir dalam hampir lima tahun pada 6 November.

WASHINGTON - Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak mengharapkan perundingan formal mengenai pengendalian senjata nuklir dengan Tiongkok dalam waktu dekat, tetapi ingin melihat dimulainya diskusi mengenai langkah-langkah praktis pengurangan risikonya.

Dikutip dari The Straits Times, pejabat senior Gedung Putih untuk pengendalian senjata dan nonproliferasi, Pranay Vaddi, mengatakan penting untuk mengadakan pembicaraan awal mengenai pengendalian senjata pada bulan November dengan Tiongkok.

Namun, Vaddi menekankan perlunya perundingan tersebut melibatkan pembuat keputusan penting Tiongkok atau yang memberi pengaruh pada postur senjata nuklir negara tersebut. "Kami tahu, tidak akan langsung melakukan perundingan pengendalian senjata formal dalam waktu dekat. Kami tahu persenjataan mereka masih terus dikembangkan," kata Vaddi kepada Pusat Studi Strategis dan Internasional, di Washington, Kamis (18/1).

"Dalam hal pengendalian senjata, kami benar-benar ingin melihat Tiongkok merespons beberapa gagasan kami yang lebih substantif mengenai pengurangan risiko, dan kami masih menunggu apakah mereka akan meresponsnya," tambahnya.

AS dan Tiongkok mengadakan pembicaraan pertama mereka mengenai pengendalian senjata nuklir dalam hampir lima tahun pada tanggal 6 November, di tengah meningkatnya kekhawatiran AS mengenai pengembangan nuklir Tiongkok, namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan hasil yang spesifik.

Pembicaraan tersebut terjadi menjelang pertemuan puncak bulan Desember antara Presiden AS, Joe Biden, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang menghasilkan dimulainya kembali dialog antarpetinggi militer.

Jaga Jalur Komunikasi

Vaddi mengatakan Washington ingin menjaga jalur komunikasi terbuka dengan Tiongkok dan ada gunanya mengadakan konsultasi pengendalian senjata pada bulan November. "Tetapi bagi kami, kami ingin benar-benar dapat membuat kemajuan dalam masalah ini."

"Sehubungan dengan pengendalian senjata, kami ingin melihat beberapa langkah praktis mulai dibahas," katanya, seraya menambahkan diskusi semacam itu bisa bersifat bilateral atau dalam konteks lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yaitu AS, Tiongkok, Russia, Inggris, dan Prancis.

"Bukan kepentingan kami untuk sekadar mengadakan pertemuan. Agar kami memiliki saluran nyata yang khusus membahas masalah-masalah ini, kami ingin menggunakan saluran-saluran ini untuk tujuan tertentu dan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang telah kami identifikasi," katanya.

AS dan Tiongkok mengadakan perundingan militer selama dua hari di Washington pekan lalu, yang merupakan keterlibatan terbaru mereka sejak setuju untuk melanjutkan hubungan militer-ke-militer.

Dalam laporan tahunannya mengenai militer Tiongkok pada bulan Oktober, Pentagon mengatakan Tiongkok memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang beroperasi dan mungkin akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak pada tahun 2030.

AS mempunyai persediaan sekitar 3.700 hulu ledak nuklir, dan sekitar 1.419 hulu ledak nuklir strategis.

Sementara itu, Russia mengatakan pihaknya tidak akan membahas pengendalian senjata nuklir dengan AS karena negara tersebut mendukung Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.