Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kembangkan Energi Baru di Masa Depan

📅 Rabu, 17 Jan 2024, 09:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Kembangkan Energi Baru di Masa Depan Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong transisi energi nasional dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satunya dengan mengembangkan energi baru, seperti hidrogen, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan Blue Ammonia.

Hidrogen diproyeksikan akan mulai tumbuh setelah 2030, yang pemanfaatannya akan lebih luas mencakup kendaraan hidrogen atau fuel cell (bahan bakar sintetis), pembangkitan listrik, dan sebagai penyimpanan energi. Hidrogen juga akan dimanfaatkan sebagai bagian upaya dekarbonisasi pada hard to abate sectors (shipping, aviation, steel production, manufacture, long distance transportation).

"Dalam skala kecil untuk proyek hidrogen telah dilakukan pilot project, namun untuk skala ekonomi ini masih menunggu perkembangan teknologi industri," ujar Arifin dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2023, di Jakarta, Senin (15/1).

Selain teknologi Hidrogen, pemerintah juga sukses melakukan penerbangan komersial pertama di dunia menggunakan SAF bioavtur J2.4 yang berbasis minyak inti sawit pada 27 Oktober 2023 dengan rute Jakarta-Solo. SAF diproduksi dengan mencampur bahan bakar EBT dan bahan bakar JET konvensional. Penerbangan ini adalah bentuk keseriusan Indonesia untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

"Selanjutnya memang kita harapkan adanya pembangunan refinery skala besar karena memang Bioavtur ini menjadi salah satu target pemakaian dari pada aviasi internasional," terang Arifin.

Gas Sintesis

Teknologi lainnya yaitu penggunaan Amonia yang diproduksi dengan menggunakan gas alam. Produksi energi masa depan tersebut dilakukan dengan mengkonversi gas alam menjadi gas sintesis (syngas) yang kemudian direaksikan dengan nitrogen untuk menghasilkan 875 ribu ton per tahun Blue Ammonia.

"Blue Ammonia ini ground breaking sudah dilakukan akhir tahun yang lalu dimana akan dibangun Blue ammonia di wilayah Bintuni dimana CO2 yang berasal dari feedstock maupun dari output pemrosesan itu bisa terinjeksikan ke dalam reservoir yang ada di wilayah Bintuni tersebut yang selama ini sudah ditarik gasnya," terang Arifin.

Pengembangan energi baru merupakan langkah yang tepat untuk mewujudkan transisi energi nasional. Energi baru dapat membantu Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BPS: Fenomena El Nino Ubah ...
Luar Negeri
AS Konfirmasi Dua Orang Men...

Gonzalo Garcia Resmi Dikontrak Fulham dari Real Madrid

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.