Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biden: AS Tidak Mendukung Kemerdekaan Taiwan

📅 Minggu, 14 Jan 2024, 09:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biden: AS Tidak Mendukung Kemerdekaan Taiwan Doc: ST/Reuters
Ket. Presiden AS Joe Biden ditanyai reaksinya terhadap pemilu di Taiwan pada 13 Januari.

WASHINGTON - Amerika Serikat pada Sabtu (13/1) mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Taiwan, Lai Ching-te, namun JUGA menyatakan bahwa Washington tidak mendukung kemerdekaan pulau itu.

Ketika ditanya wartawan mengenai posisi Washington mengenai Taiwan, di mana Lai yang mendukung kemerdekaan telah menyatakan dirinya sebagai pembela cara hidup demokratis di pulau itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan: "Kami tidak mendukung kemerdekaan."

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memberi hormat kepada Lai atas kemenangannya dalam pemungutan suara penting pada hari Sabtu dan memuji "sistem demokrasi dan proses pemilihan yang kuat" di negara dengan pemerintahan mandiri tersebut.

Blinken menambahkan, Washington "berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas lintas Selat, dan penyelesaian perbedaan secara damai, bebas dari paksaan dan tekanan."

Lai, yang dicap oleh Tiongkok sebagai ancaman terhadap perdamaian, pada hari Sabtu berjanji untuk membelaTaiwan dari "intimidasi" Tiongkok, setelah para pemilih mengabaikan peringatan dari Beijing dan membawanya ke kemenangan pemilu.

Amerika Serikat mengatakan awal pekan ini, mereka berencana mengirim delegasi tidak resmi ke Taiwansetelah pemungutan suara dan memperingatkan Tiongkok terhadap segala provokasi militer.

Beijing bereaksi dengan mengecam kunjungan resmi antara pulau itu dan Amerika Serikat, dan meminta Washington untuk "menahan diri dari campur tangan" dalam pemilu Taiwan.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, Blinken menambahkan, "Kemitraan antara rakyat Amerika dan rakyat Taiwan ,yang berakar pada nilai-nilai demokrasi, terus meluas dan memperdalam hubungan ekonomi, budaya, dan antar manusia."

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai miliknya dan menolak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mewujudkan "unifikasi," bahkan jika konflik tampaknya tidak akan terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.