Presiden Ekuador Umumkan Negara dalam 'Keadaan Perang' Lawan Kartel Narkoba
📅 Jumat, 12 Jan 2024, 14:41 WIB | Oleh: Tim PenulisNoboa mengatakan, dia menargetkan 22 kelompok kriminal, yang paling kuat adalah Los Choneros, Los Lobos dan Tiguerones.
Pada Selasa, para pejabat mengatakan bos narkotika lainnya - pemimpin Los Lobos Fabricio Colon Pico - juga melarikan diri setelah penangkapannya Jumat lalu karena dugaan keterlibatan dalam rencana pembunuhan jaksa agung Ekuador.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat khawatir dengan memburuknya situasi di negara ini serta dampaknya terhadap kehidupan warga Ekuador," kata juru bicaranya Stephane Dujarric.
Brian Nichols, diplomat utama AS untuk Amerika Latin, mengatakan Washington "sangat prihatin" dengan kekerasan dan penculikan tersebut, dan berjanji akan memberikan bantuan dan "tetap berhubungan erat" dengan tim Noboa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedutaan Besar dan Konsulat Tiongkok di Ekuador mengumumkan pada Rabu, layanan kepada masyarakat ditangguhkan. Prancis dan Rusia sama-sama menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Ekuador.
Peru menetapkan perbatasannya dengan Ekuador dalam keadaan darurat dan mengirimkan 500 polisi dan tentara tambahan untuk mengamankan perbatasan.
Tentara Kolombia juga mengumumkan peningkatan keamanan di perbatasan negaranya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!