Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Ekuador Umumkan Negara dalam 'Keadaan Perang' Lawan Kartel Narkoba

📅 Jumat, 12 Jan 2024, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Ekuador Umumkan Negara dalam 'Keadaan Perang' Lawan Kartel Narkoba Doc: AFP/Fernando Machado
Ket. Presiden Ekuador Noboa mengumumkan negaranya dalam keadaan darurat setelah salah satu bos narkotika paling berkuasa di Ekuador melarikan diri dari penjara pada hari Minggu.

QUITO - Presiden Ekuador Daniel Noboa, Rabu (10/1), mengatakan negaranya berada dalam "keadaan perang" melawan kartel narkoba yang melakukan penculikan dan penyerangan mematikan sebagai respons terhadap tindakan keras pemerintah.

Ratusan tentara berpatroli di jalan-jalan yang hampir sepi di ibu kota Ekuador, warga dicekam ketakutan karena gelombang kekerasan yang memicu kekhawatiran di luar negeri.

Negara kecil di Amerika Selatan ini telah terjerumus ke dalam krisis bertahun-tahun akibat meningkatnya kontrol oleh kartel transnasional yang menggunakan pelabuhannya untuk mengirim kokain ke Amerika Serikat dan Eropa.

Krisis terbaru terjadi ketika pada Senin salah satu bos narkotika paling berkuasa di negara itu, Jose Adolfo Macias alias Fito, kabur dari penjara.

Noboa memberlakukan keadaan darurat dan jam malam, dan geng-geng tersebut membalas dengan deklarasi perang, mengancam akan mengeksekusi warga sipil dan pasukan keamanan.

Negara ini telah mengalami kerusuhan di penjara, ledakan, dan serangan bersenjata yang menewaskan sedikitnya 10 orang.

Lebih dari 100 penjaga penjara dan staf administrasi disandera, kata otoritas penjara SNAI.

Di kota pelabuhan Guayaquil, para penyerang yang mengenakan balaclava, melepaskan tembakan menyerbu sebuah stasiun TV milik negara pada Selasa, menyandera beberapa jurnalis dan anggota staf dalam adegan dramatis yang disiarkan langsung sebelum polisi tiba.

Media lokal melaporkan beberapa penyerang berusia 16 tahun.

"Ada ketakutan, Anda harus berhati-hati, melihat ke sana-sini, jika Anda naik bus ini, apa yang akan terjadi," kata seorang wanita berusia 68 tahun kepada AFP di Quito, yang "ketakutan." "

Kita Tak Bisa Menyerah

Setelah penyerangan terhadap stasiun televisi, Noboa, yang baru menjabat kurang dari dua bulan, memberi peintah untuk menetralisir geng-geng kriminal.

"Kita berada dalam keadaan perang dan kita tidak bisa menyerah pada kelompok-kelompok teroris ini," kata Noboa kepada radio Canela pada Rabu. Ia berjanji untuk "menghadapi tanpa henti" lebih dari 20.000 anggota "organisasi teroris."

"Pemerintah ini mengambil tindakan yang diperlukan yang dalam beberapa tahun terakhir tidak ingin dilakukan oleh siapa pun. Dan itu memerlukan bola sebesar telur burung unta," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.