Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indeks Persaingan Usaha di RI Meningkat pada 2023

📅 Jumat, 12 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Indeks Persaingan Usaha di RI Meningkat pada 2023 Doc: ANTARA/ALOYSIUS JAROT NUGROHO
Ket. Seorang pekerja mengecek sepatu lokal yang telah jadi di Pabrik Sepatu Aerostreet, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini.

JAKARTA - Center for Economics and Development Studies Universitas Padjadjaran (CEDS Unpad) menyampaikan Indeks Persaingan Usaha (IPU) di Indonesia meningkat di level 4,91 pada 2023 dibandingkan 2022, yang berada di 4,87.

"Sejak tahun 2018 sampai dengan 2023 trennya meningkat, hanya ketika pandemi Covid-19 banyak keterbatasan sehingga mengalami penurunan," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Maman Setiawan, dalam diskusi daring Diseminasi Kajian IPU 2023 yang dipantau di Jakarta, Kamis (11/1).

Seperti dikutip dari Antara, Maman mengatakan bahwa berdasarkan kajian berbasis persepsi, tercatat sejumlah dimensi mengalami peningkatan dalam IPU 2023, yaitu dimensi perilaku, kinerja, regulasi, dan penawaran.

Adapun peningkatan skor pada dimensi perilaku pada tahun 2022 di level 3,96 menjadi 4,03 di tahun 2023, dimensi kinerja di level 4,81 menjadi 4,85 di tahun 2023, dimensi regulasi di level 5,7 menjadi 6,12 di tahun 2023, dan dimensi penawaran di level 5,16 menjadi 5,26 di tahun 2023.

Meski IPU dalam dua tahun terakhir secara umum mengalami peningkatan, terdapat sejumlah dimensi yang justru mengalami penurunan yakni dimensi struktur di level 4,66 pada tahun 2022 menjadi level 4,61 di tahun 2023, dimensi permintaan di level 4,55 menjadi 4,48 di tahun 2023, dan kelembagaan di level 5,23 menjadi 5,03 di tahun 2023.

Kinerja Daya Saing

Menurut Maman, Indeks Persaingan Usaha yang meningkat menunjukkan kinerja daya saing yang juga semakin meningkat. Selain itu, IPU masih bersifat parsial di industri, price-cost margin, hambatan masuk dan indikator lainnya.

IPU biasanya masih spesifik dan terbatas membahas persaingan usaha satu atau beberapa sektor, seperti persaingan usaha di sektor industri makanan, tekstil, penerbangan, dan lain-lain.

"Indikator Persaingan Usaha belum ada yang secara komprehensif mengukur persaingan usaha secara nasional," ujarnya.

Oleh karena itu, CEDS Unpad memberikan beberapa rekomendasi bagi pemerintah untuk memfasilitasi pasar secara adil dan tidak memfasilitasi monopoli serta menghilangkan berbagai hambatan masuk.

Pemerintah diharapkan mendorong stabilitas di dalam permintaan dan penawaran termasuk mendorong agar semakin bervariasinya ketersediaan input dan output dalam pasar.

"Mendorong pengarusutamaan persaingan usaha dalam berbagai pengambilan kebijakan agar peraturan yang dibuat benar-benar mendukung persaingan usaha yang sehat," katanya.

Sedangkan rekomendasi bagi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) agar IPU di tahun-tahun mendatang dapat terus meningkat melalui upaya inisiatif studi bagi sektor yang diduga memiliki perilaku persaingan usaha yang tidak sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.