Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Audit 'Smelter' Asing Harus Dipublikasikan

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 08:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hasil Audit 'Smelter' Asing Harus Dipublikasikan Doc: istimewa

JAKARTA - DPR RI mendesak tim audit Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumumkan hasil pemeriksaan peristiwa kebakaran smelter PT Indonesia Tsingshan Stanless Steel (ITSS). Desakan itu menyusul peningkatan status pemeriksaan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Proses pemeriksaan di Kepolisian dan Kementerian harus berjalan secara bersamaan agar diketahui penyebab sebenarnya kecelakaan yang menelan 21 korban jiwa dan 30 korban luka yang hingga kini dirawat di rumah sakit," ujar anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, di Jakarta, Kamis (4/1).

Karena itu, dia mendesak pemerintah mengumumkan dan membuat laporan resmi terkait kelayakan operasional smelter PT ITSS. Apabila ternyata sarana smelter PT ITSS tidak memenuhi standar maka pemerintah harus berani mencabut izin operasional perusahaan Tiongkok tersebut.

"Pemerintah harus mengaudit teknologi dan sistem smelter-nya sendiri, untuk mengetahui apakah memang smelter yang digunakan di PT ITSS ini andal bagi keselamatan kerja dan lingkungan. Dikhawatirkan masalahnya bukan hanya pada pelaksanaan SOP, tetapi pada keandalan smelter-nya," tegasnya.

Dirinya menilai pemerintah punya kewajiban melindungi masyarakat yang bekerja di perusahaan-perusahaan asing. Karena itu, pemerintah harus memastikan smelter nikel perusahaan Tiongkok itu digunakan layak dan andal untuk digunakan.

Ditambahkan Mulyanto, pemerintah jangan membiarkan warga masyarakatnya menjadi korban uji coba kelayakan peralatan kerja perusahaan asing. Justru sebaliknya, pemerintah harus mendorong terjadinya proses alih-teknologi dari perusahaan asing ke perusahaan dalam negeri.

Karena itu, pengelolaan SDA nasional ke depan nanti tidak tergantung pada kemampuan perusahaan asing. "Yang terjadi sekarang justru terbalik. Masyarakat kita seolah dijadikan kelinci percobaan untuk menguji keandalan perangkat kerja perusahaan asing yang investasi di sini. Hal ini jelas merugikan dan membahayakan. Pemerintah harus bertindak," pungkasnya.

Luncurkan Wasdal

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko S A Cahyanto, mengatakan pihaknya sudah meluncurkan pengawasan dan pengendalian (wasdal) berbasis elektronik.

Adapun wasdal elektronik, terangnya, untuk memudahkan Kemenperin dalam mengidentifikasi serta memantau kepatuhan industri-industri di Tanah Air terkait aturan investasi yang salah satunya terkait penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), sehingga bisa mencegah kecelakaan kerja.

"Mulai 2024, seluruh sektor akan kami identifikasi industri yang masuk kategori wajib melaporkan, termasuk nanti melibatkan pemerintahan daerah, untuk industri-industri yang kami lihat harus comply pada aspek bagian peraturan nanti," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.