Para Ilmuwan Berhasil Membuat Robot Biologis Kecil dari Sel Manusia
📅 Kamis, 04 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Ilham SudrajatKeuntungan menggunakan sel manusia mencakup kemampuan untuk membuat bot dari sel pasien sendiri untuk melakukan pekerjaan terapeutik tanpa risiko memicu respons imun atau memerlukan imunosupresan. Bahan-bahan tersebut hanya bertahan beberapa pekan sebelum rusak, sehingga dapat dengan mudah diserap kembali ke dalam tubuh setelah fungsinya selesai.
Selain itu, di luar tubuh, anthrobot hanya dapat bertahan hidup dalam kondisi laboratorium yang sangat spesifik, dan tidak ada risiko paparan atau penyebaran yang tidak diinginkan ke luar laboratorium. Demikian pula, mereka tidak bereproduksi, dan tidak mengalami pengeditan, penambahan atau penghapusan genetik, sehingga tidak ada risiko evolusi mereka melampaui perlindungan yang ada.
Pembuatan Anthrobot
Setiap anthrobot dimulai sebagai sel tunggal yang berasal dari donor dewasa. Sel-sel tersebut berasal dari permukaan trakea dan ditutupi dengan tonjolan mirip rambut yang disebut silia yang bergelombang maju mundur. Silia ini membantu sel trakea mendorong partikel kecil yang masuk ke saluran udara paru-paru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita semua mengalami kerja sel bersilia ketika kita mengambil langkah terakhir untuk mengeluarkan partikel dan kelebihan cairan dengan batuk atau berdehem. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti lain menunjukkan bahwa ketika sel-sel tersebut ditumbuhkan di laboratorium, sel-sel tersebut secara spontan membentuk bola multiseluler kecil yang disebut organoid.
Para peneliti mengembangkan kondisi pertumbuhan yang mendorong silia menghadap ke luar pada organoid. Dalam beberapa hari mereka mulai bergerak, didorong oleh silia yang bertindak seperti dayung. Mereka mencatat berbagai bentuk dan jenis gerakan yang merupakan fitur penting yang diamati dari platform biorobotika.
Levin mengatakan bahwa jika fitur-fitur lain dapat ditambahkan ke anthrobot sehingga mereka dapat dirancang untuk merespons lingkungannya dan melakukan perjalanan dan menjalankan fungsi-fungsi di dalam tubuh atau membantu membangun jaringan rekayasa di laboratorium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim tersebut, dengan bantuan Simon Garnier di New Jersey Institute of Technology, mengkarakterisasi berbagai jenis anthrobot yang diproduksi. Mereka mengamati bahwa bot terbagi dalam beberapa kategori bentuk dan pergerakan yang berbeda, dengan ukuran mulai dari 30 hingga 500 mikrometer agar bisa mengisi ceruk penting antara nanoteknologi dan perangkat rekayasa yang lebih besar.
Dalam pengamatan, anthrobot ini diketahui bisa bertahan hidup sekitar 45-60 hari dalam kondisi laboratorium sebelum terurai secara alami.
"Anthrobot ini merupakan awal yang baik untuk mengembangkan alat terapi," ucap Gumuskaya, peneliti yang menciptakan anthrobot ini. I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!