Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Ilmuwan Berhasil Membuat Robot Biologis Kecil dari Sel Manusia

📅 Kamis, 04 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Para Ilmuwan Berhasil Membuat  Robot Biologis Kecil dari Sel Manusia Doc: Gizem Gumuskaya, Tufts University

Para ilmuwan telah menciptakan robot biologis kecil dari sel trakea manusia. Temuan ini memungkinkan pertumbuhan robot biologis ini dalam membantu penyembuhan dan regenerasi di masa depan tanpa memerlukan penekanan pada kekebalan.

Para peneliti di Universitas Tufts dan Institut Wyss Universitas Harvard, Amerika Serikat, telah menciptakan robot biologis kecil yang mereka sebut anthrobot dari sel trakea manusia yang dapat bergerak melintasi permukaan dan terbukti mendorong pertumbuhan neuron di wilayah kerusakan pada cawan laboratorium.

Robot multiseluler dengan ukuran mulai dari selebar rambut manusia hingga ujung pensil runcing, dibuat untuk dirakit sendiri dan terbukti memiliki efek penyembuhan yang luar biasa pada sel lain.

Penemuan ini merupakan titik awal bagi visi para peneliti untuk menggunakan biobot yang diturunkan dari pasien sebagai alat terapi baru untuk regenerasi, penyembuhan, dan pengobatan penyakit.

Penelitian ilmuwan ini mengikuti penelitian sebelumnya di laboratorium Michael Levin, Profesor Biologi Vannevar Bush di Sekolah Seni & Sains Universitas Tufts, dan Josh Bongard di Universitas Vermont, di mana mereka menciptakan robot biologis multiseluler dari sel embrio katak yang disebut xenobot yang mampu menavigasi lorong, mengumpulkan materi, mencatat informasi, menyembuhkan diri dari cedera, dan bahkan mereplikasi sendiri selama beberapa siklus.

Pada saat itu, para peneliti tidak mengetahui apakah kemampuan ini bergantung pada asal usulnya dari embrio amfibi atau apakah biobot dapat dibuat dari sel spesies lain.

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di Advanced Science, Levin bersama dengan mahasiswa PhD Gizem Gumuskaya, menemukan bahwa bot sebenarnya dapat dibuat dari sel manusia dewasa tanpa modifikasi genetik dan mereka menunjukkan beberapa kemampuan di luar apa yang diamati dengan xenobot.

Penemuan ini mulai menjawab pertanyaan yang lebih luas yang diajukan laboratorium terkait aturan apa yang mengatur bagaimana sel berkumpul dan bekerja sama di dalam tubuh, dan dapatkah sel dikeluarkan dari konteks alaminya dan digabungkan kembali ke dalam "rencana tubuh" yang berbeda untuk menjalankan fungsi lain berdasarkan rancangannya.

Dalam kasus ini, para peneliti memberi sel manusia di trakea, kesempatan untuk melakukan boot ulang (menghidupkan kembali) dan menemukan cara untuk menciptakan struktur dan tugas baru.

"Kami ingin menyelidiki apa yang dapat dilakukan sel selain menciptakan fitur bawaan dalam tubuh," kata Gumuskaya, yang memperoleh gelar di bidang arsitektur sebelum terjun ke dunia biologi.

"Dengan memprogram ulang interaksi antarsel, struktur multiseluler baru dapat tercipta, serupa dengan cara batu dan bata disusun menjadi elemen struktural berbeda seperti dinding, lengkungan, atau kolom," imbuh dia seperti dikutip dari laman sciencedaily edisi 30 November lalu.

Para peneliti menemukan bahwa sel tidak hanya dapat menciptakan bentuk multiseluler baru, tetapi mereka juga dapat bergerak dengan cara berbeda di permukaan neuron manusia yang tumbuh di cawan laboratorium dan mendorong pertumbuhan baru untuk mengisi celah yang disebabkan oleh penggarukan lapisan sel.

Bagaimana tepatnya anthrobot mendorong pertumbuhan neuron masih belum jelas, namun para peneliti memastikan bahwa neuron tumbuh di bawah area yang dicakup oleh kumpulan anthrobot yang mereka sebut sebagai "superbot".

"Perangkat seluler yang kami bangun di laboratorium dapat memiliki kemampuan yang melampaui apa yang mereka lakukan di dalam tubuh," kata Levin, yang juga menjabat sebagai direktur Allen Discovery Center di Tufts dan anggota asosiasi fakultas di Wyss Institute. "Sangat menarik dan benar-benar tidak terduga bahwa sel-sel trakea pasien yang normal, tanpa memodifikasi DNA mereka, dapat bergerak sendiri dan mendorong pertumbuhan neuron di wilayah yang rusak, dan kami sekarang melihat bagaimana mekanisme penyembuhan bekerja, dan menanyakan apa lagi yang bisa dilakukan oleh konstruksi ini," imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.