Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat Dorong Aksi Nyata untuk Atasi Krisis Pembelajaran dan Jawab Tantangan Pendidikan di 2026

📅 Selasa, 30 Des 2025, 22:57 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat Dorong Aksi Nyata untuk Atasi Krisis Pembelajaran dan Jawab Tantangan Pendidikan di 2026 Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, mendorong aksi nyata yang kolektif, kepemimpinan kuat, dan komitmen para pemangku kepentingan, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengatasi krisis pembelajaran dan menjawab berbagai tantangan sektor pendidikan pada 2026.

"Di tengah keterbatasan dana, kita dihadapkan pada kondisi kompetensi tenaga pengajar, kemampuan peserta didik, kensenjangan digital, isu kesejahteraan guru yang belum memadai yang menanti langkah segera untuk mengatasinya," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, kemarin

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah  mengungkap nilai rerata siswa SMA sederajat di Tes Kemampuan Akademik 2025.

Hasilnya, nilai rerata paling tinggi mata pelajaran wajib adalah Antropologi yakni sebesar 70,43 dan paling rendah adalah mata pelajaran bahasa Inggris 24,93.

Selain itu, mata pelajaran yang nilainya rendah dalam TKA adalah matematika yakni 36,10. Adapun penilaian ini dilakukan dengan skala maksimum 100,00.

Sementara itu, kesenjangan digital antara masyarakat perkotaan dan perdesaan juga terbilang lebar.

Catatan Badan Pusat Statistik pada 2023, meski akses internet meningkat, tetapi kepemilikan komputer/laptop untuk belajar di perkotaan tercatat 65 persen. Sedangkan di perdesaan kepemilikan komputer/laptop untuk belajar baru 28 persen.

Di sisi lain, kualitas keterampilan guru untuk menjalankan pembelajaran baik luring maupun jarak jauh juga belum memadai.

Menurut Anggota Komisi X DPR RI itu, upaya pemulihan sektor pendidikan dan percepatan peningkatan kualitas pembelajaran harus dikedepankan dengan fokus pada penguatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik.

Dukungan penuh bagi sekolah, ujar dia, sangat dibutuhkan untuk merealisasikan sejumlah langkah tersebut.

Upaya meningkatkan kompetensi tenaga pengajar, kata dia, harus menjadi prioritas melalui berbagai pelatihan yang praktis, kontekstual, dan berbasis kebutuhan di kelas.

Ia berpendapat, semua langkah tersebut butuh dukungan semua pihak terkait untuk menyelamatkan kondisi pendidikan nasional dari krisis pembelajaran yang dihadapi.

Ia mengingatkan, ancaman krisis pembelajaran bila tidak segera diatasi akan berimbas pada kualitas sumber daya manusia Indonesia dan daya saing bangsa di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.