Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pilihan Politik bagi Anak Jangan Dipaksakan

📅 Jumat, 22 Des 2023, 01:15 WIB | Oleh:
Pilihan Politik bagi Anak Jangan Dipaksakan Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. media talkI Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Endah Sri Rezeki (tengah) dan Perwakilan Forum Anak Nasional, Alya Eka Khairunnisa (kanan), dalam Media Talk Kemen PPPA, di Jakarta, Kamis (21/12).

JAKARTA - Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Endah Sri Rezeki, menyarankan, orang tua jangan memaksakan pilihan politiknya pada anak, terutama yang pada Pemilu tahun 2024 berstatus sebagai pemilih pemula. Jangan sampai karena hal tersebut anak menjadi antipati terhadap politik.

"Jangan sampai ajak jadi antipati terhadap politik. Pilihan politik jangan dipaksakan pada anak," ujar Endah, dalam Media Talk Kemen PPPA, di Jakarta, Kamis (21/12).

Dia meminta para orang tua membuat ruang-ruang diskusi bersama anak, terutama para pemilih muda terkait politik dan Pemilu 2024 yang sedang berlangsung. Diskusi tersebut lebih ke arah saling membuka wawasan dan orang tua bisa menyediakan sumber terpercaya terkait program para kontestan Pemilu 2024.

"Dengan diskusi akan lebih terbuka apa pertanyaan, kegelisahaan. Ini orang tua perlu lakukan. Tidak boleh memaksakan," jelasnya.

Endah mengatakan, pemilih pemula dalam Pemilu 2024 sangat krusial mengingat jumlahnya ada sebanyak 25 juta pemilih. Menurutnya, para pemilih pemula mesti ditingkatkan pengetahuan politiknya dan dibantu menentukan pilihan politik agar keinginan mereka untuk menggunakan hak suara dapat meningkat.

Dia meminta agar para kontestan Pemilu turut memberikan pendidikan politik yang positif bagi para anak muda. Menurutnya, proses Pemilu 2024 saat ini masih terlalu didominasi gimik yang tidak perlu.

"Berdasarkan data KPU menunjukkan, sebagian besar anak muda menganggap partai politik atau politisi tidak terlalu baik dalam mewakili masyarakat," katanya.

Endah mengatakan, pihaknya mendorong Forum Anak Nasional sebagai media belajar bagi anak terkait proses politik seperti pemilihan Ketua Forum Anak dan Musrenbang. Di dalamnya terdapat juga Suara Anak Indonesia yang diawali dari tingkat desa/kelurahan atau kecamatan.

"Suara Anak Indonesia merupakan representasi aspirasi seluruh anak Indonesia kepada Pemerintah untuk mewujudkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pemenuhan hak dan perlindungan anak, sehingga pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah dapat dinikmati oleh seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali," ucapnya.

Perwakilan Forum Anak Nasional, Alya Eka Khairunnisa, menyebut, pendidikan politik di sekolah masih kurang dan terbatas pada mata pelajaran tertentu saja. Menurutnya, metode pembelajaran harus lebih kreatif agar anak tertarik mempelajari politik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Kabut Asap Kebakaran Hutan ...

Waduk Wonorejo Alami Penyusutan Air

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Waduk Wonorejo Alami Penyus...
Daerah
Semarak Peringatan Hari Mus...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.