Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemen PPPA: Penculikan Anak Marak dan Makin Variatif

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 13:25 WIB | Oleh:
Kemen PPPA: Penculikan Anak Marak dan Makin Variatif Doc: antara foto
Ket. Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Ratna Susniawati

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memastikan terus melakukan koordinasi cepat dengan pemerintah daerah (pemda) dalam menangani maraknya kasus dugaan penculikan anak yang terjadi di sejumlah wilayah beberapa waktu terakhir.

Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Ratna Susniawati saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/11), mengatakan bahwa ragam kejahatan terhadap anak belakangan ini semakin bervariasi sehingga perlu penanganan yang terkoordinasi dan terukur.

"Untuk itu, kami mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap respons kebijakan," kata dia.

Kementerian PPPA bahkan memastikan fungsi koordinasi bersama pemerintah daerah, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak - aparat penegak hukum lebih intensif lagi demi memastikan setiap kasus yang menjadi perhatian publik dapat ditangani dengan cepat.

Terutama ketika kasus sudah menjadi atensi masyarakat luas atau viral di media sosial, menurut Ratna, Kementerian PPPA akan turun langsung apabila situasinya membutuhkan keterlibatan pusat, namun tetap menghormati batas kewenangan daerah.

"Prinsipnya semua langkah diarahkan untuk memastikan keselamatan dan pemulihan anak korban," katanya.

Ratna mengakui bahwa ragam kasus yang muncul di berbagai tempat mengharuskan pemerintah bekerja lebih sigap dalam memberi perlindungan.

Sebagaimana diketahui dalam sebulan terakhir, beberapa kasus anak hilang diduga karena penculikan menarik perhatian publik. Salah satu yang mengemuka adalah kasus Bilqis, anak berusia empat tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berhasil ditemukan dan diselamatkan setelah menjadi korban penculikan. Pelaku kini telah ditangkap aparat kepolisian.

Belum genap sepekan setelah kasus tersebut, laporan hilangnya Alvaro Kiano, anak berusia enam tahun di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, kembali menambah kekhawatiran masyarakat. Pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian setempat dan proses penyelidikan masih berlangsung.

Untuk itu, Ratna juga berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi kejahatan terhadap anak serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan karena sejatinya sudah menjadi komitmen pemerintah memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan melalui kerja sama lintas sektor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.